Belajar Askep
.

Friday, March 28, 2014

5 Dasar Imunisasi Lengkap

0 Selengkapnya
Apa itu Imunisasi ?
Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Imunisasi sangat penting diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak.

Apa pentingnya Imunisasi?
Untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar :
  1. Dapat terhindar dari penyakit.
  2. Mencegah anak cacat.
  3. Mencegah kematian pada anak.
Tempat Pemberian Imunisasi?
- Posyandu.
- Puskesmas.
- Rumah Sakit Bersalin.
- Rumah Sakit.
- Praktek Dokter/Bidan.

Apa saja jenis Imunisasi?

1.  BCG
Fungsi dari imunisasi ini adalah untuk menghindari penyakit TBC.

2.  POLIO
Fungsi dari imunisasi ini adalah untuk menghindari penyakit polio. Polio adalah sejenis penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan.

3.  DPT
Fungsi dari imunisasi ini adalah untuk melindungi anak dari 3 penyakit sekaligus yaitu difteri, pertusis dan tetanus.

4.  HEPATITIS B
Fungsi dari imunisasi ini adalah untuk menghindari penyakit yang mengakibatkan kerusakan pada hati.

5.  CAMPAK
Adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini sangat menular,yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah pada seluruh tubuh. Pemberian vaksin ini saat bayi berusia 9 bulan.

Yang Harus Diperhatikan Setelah Imunisasi

BCG : Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan. Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan bekas imunisasi.

DPT : Beberapa bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus, akan sembuh sendiri. Bila gejala diatas tidak timbul tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan imunisasi tidak perlu diulang.

POLIO : Jarang timbuk efek samping.

CAMPAK : Anak mungkin panas, kadang disertai dengan kemerahan 4–10 hari sesudah penyuntikan.

HEPATITIS : Belum pernah dilaporkan adanya efek samping.

Jadwal Imunisasi
Umur Jenis Imunisasi
0-7 hari HB 0
1 bulan BCG, Polio 1
2 bulan DPT/HB 1, Polio 2
3 bulan DPT/HB 2, Polio 3
4 bulan DPT/HB 3, Polio 4
9 bulan Campak
(Sumber : Kementerian Kesehatan RI)





(Sumber: Buku KIA, Kemenkes RI)
Jadwal Imunisasi menurut IDAI update : klik pada gambar untuk memperbesar




Bagi yang Ingin Leafletnya  Download Disini
Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini

Jadwal Pemberian Imunisasi Anak di Indonesia

0 Selengkapnya
Pemberian imunisasi untuk anak sudah tidak dipungkiri lagi pentingnya. Dengan adanya vaksin baru yaitu Pentavalen (DPT-HB-Hib), maka bisa dipastikan akan ada perubahan pada pemberian jadwal imunisasi anak.

Sasaran imunisasi untuk anak dikategorikan menjadi 2, yaitu untuk bayi dan batita. Untuk bayi, imunisasi yang diberikan merupakan imunisasi dasar yang terdiri atas Hepatitis, BCG, Polio 1-4, Pentavalen (DPT-BH-Hib), dan campak. Pembagiannya sesuai dengan usia bayi dibagi menjadi sebagai berikut:

- Bayi berusia 0 bulan diberikan imunisasi Hepatitis B 0
- Bayi berusia 1 bulan diberikan imunisasi BCG dan Polio 1
- Bayi berusia 2 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2
- Bayi berusia 3 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
- Bayi berusia 4 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib 3 dan Polio 4
- Bayi berusia 9 bulan diberikan imunisasi campak

Sedangkan untuk batita, imunisasi yang diberikan merupakan imunisasi lanjutan. Imunisasi lanjutan ini tak kalah pentingnya untuk pencegahan penyakit pada anak. Untuk imunisasi lanjutan, anak akan diberikan DPT-HB-Hib dan campak. Pembagian imunisasi lanjutan untuk usia batita dibagi menjadi sebagai berikut:

- Batita berusia 18 bulan (1,5 tahun) diberikan imunisasi DPT-HB-Hib (minimum berjarak 12 bulan dari DPT-HB-Hib dosis terakhir)
- Batita berusia 24 bulan (2 tahun) diberikan imunisasi campak (minimum berjarak 6 bulan dari campak dosis pertama)

Lantas mengapa anak perlu diberikan imunisasi DPT-HB-Hib lagi?

"Perlu diberikan booster atau tambahan berupa imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib pada saat anak berusia 18 bulan atau 1,5 tahun. Sebab kekebalan yang terbentuk setelah pemberian DPT-HB-Hib 3 dosis sebelumnya akan menurun pada saat anak mencapai usia 15 bulan sampai dengan 1,5 tahun," ungkap Prof Dr dr Sri Rezeki S. Hadinegoro, SpA(K), Ketua Satgas Imunisasi IDAI, dalam press briefing yang disampaikan di Gedung Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini

Sunday, March 23, 2014

Penampakan Mirip Elien Tertangkap Kamera Hp

0 Selengkapnya
Aneh Tapi Nyata. Siapa Yang Tau Mahluk Apa Ini Gerangan?
itu yang slalau dipertanyakan oleh masyarakat Jalur 06 Jembatan 02 Kec. Air Salek Kab. Banyuasin Blok H.  
 
sekitar 1 minggu yang lalu sang anak memainkan camera hanponya di dalam rumah sang kakek, jepret sana, jepret sini, namun apa yang membuatnya terkejut sehingga membuat dia semakin penasaran dengan jepretanya,? ketika dia memotret 4 kali dia melihat sosok penampakan yang aneh dan nya sehingga dia penasaran untuk memotretnya kembali namun hasil jepretanya yang ke 5 dan seterusnya penampakan itu tidaklah menuahkan hasil.







Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini

Thursday, February 06, 2014

Asuhan Keperawatan GERONTIK

0 Selengkapnya
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK IBU S
DI PANTI WERDHA SUKMA RAHARJA BOGOR
A. PENGKAJIAN
  1. 1. Identitas Klien
  1. Nama                           : Ibu S
  2. Umur                           : 67 tahun
  3. Jenis Kelamin              : Perempuan
  4. Suku                            : Jawa
  5. Agama                           : Islam
  6. Pendidikan                    : SMA
  7. Status Perkawinan      : Belum menikah
  8. Tanggal Pengkajian     : 9 Juni 2007
  9. Alamat                              : Jakarta

2. Status Kesehatan Saat ini Ibu S mengeluh pusing sejak pagi. Sakit kepalanya berdenyut-denyut. Pusing semakin dirasakan jika Ibu S berjalan dan berkurang jika istirahat. Kadang Ibu S merasakan ada yang kaku di lehernya. Ibu S mengatakan kurang paham mengenai penyakit hipertensi 3. Riwayat Kesehatan Dahulu Ibu S mengatakan beberapa tahun yang lalu pernah mengalami sakit jantung dan berobat ke rumah sakit. 4. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu S mengatakan di keluarganya tidak ada yang menderita penyakit gula. Ibu S mengatakan ayahnya menderita penyakit tekanan darah tinggi. 5. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital
  1. Tekanan darah             : 160/110 mmHg
  2. Nadi                            : 84 kali/menit
  3. Suhu                            : 36.6 oC
  4. Respirasi                      : 20 kali/menit
  5. Berat badan                 : 40 kg
6. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan umum
Keadaan Ibu S tampak sedikit lemah. Ketika berjalan tampak memegangi penghuni panti lainnya agar tidak jatuh. b. Kepala, wajah, mata, leher
  • Kepala tampak bulat, tidak ada lesi dan benjolan, rambut tampak beruban
  • Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, pupil isokor
  • Tidak teraba ada pembesaran kelenjar getah bening
  • Hidung tampak simetris, tidak tampak ada cairan berlebih
c. Sistem pernapasan
Bentuk thorax normal, tidak tampak ada retraksi intercostal, vocal premitus merata di semua lapang paru, perkusi terdengar sonor, auskultasi terdengar vesikular d. Sistem kardiovaskuler
Auskultasi tidak terdengar murmur e. Sistem urinaria Ibu S BAK 2-3 kali sehari, tidak sakit saat BAK dan lancar. f. Sistem muskulosceletal
Kedua kaki Ibu S tampak sejajar dan sama besar dan panjang. Tidak tampak adanya kifosis dan scoliosis. Kemampuan mengubah posisi baik, kekuatan otot tangan pada saat meremas agak lemah. g. Sistem syaraf pusat
  • Nervus I (Olfactorius) : Ibu S dapat membedakan bau dari minyak kayu putih dan minyak wangi/parfum.
  • Nervus II (Opticus) : Ibu S sudah tidak dapat melihat jauh tulisan, orang dan benda-benda yang kecil, tapi Ibu S tidak menggunakan bantuan kacamata.
  • Nervus III, IV, V (Oculomotoris, Trochlearis, Abdusen)
  • Nervus V (Trigeminus) : Sensasi sensorik kulit wajah klien baik, dapat merasakan goresan kapas pada pipi kanan.
  • Nervus VII (Facialis) : Ibu S dapat, menggerakan alis dan mengerutkan dahi
  • Nervus VIII (Vestibulococlear) : Fungsi keseimbangan baik
  • Nervus IX, X (Glasopharingeus, Vagus) : Reflek menelan baik
  • Nervus XI (Accesorius) : Ibu S dapat menggerakkan kedua bahunya dan menggerakkan kepalanya
  • Nervus XII : Ibu S dapat berbicara dengan jelas dan lidah berfungsi baik
h. Sistem endokrin Ibu S mengatakan tidak mempunyai penyakit gula dan gondok. i. Sistem reproduksi Ibu S mengatakan belum menikah j. Sistem integument Kulit tampak keriput, warna kulit sawo matang, tidak tampak ada lesi, elastisitas kulit berkuang. 7. Pengkajian Psikososial & Spiritual a. Psikososial Ibu S mengatakan dapat bersosialisasi dengan penghuni panti lainnya, karena dengan bersosialisasi dapat membina hubungan yang baik dengan orang lain. Status emosi Ibu S stabil dan kooperatif saat diajak bicara. b. Spiritual Ibu S mengatakan selalu menjalankan ibadah sholat lima waktu. Ibu S memasrahkan semuanya pada Allah SWT. 8. Pengkajian Fungsional Klien a. Katz index
No. Kegiatan Mandiri Bantuan Sebagian Bantuan Penuh
1. Mandi a

2. Berpakaian a

3. Ke Kamar Kecil a

4. Berpindah Tempat a

5. BAK/BAB a

6. Makan/Minum a

Ibu S dapat beraktivitas secara mandiri tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan aktif dari orang lain. b. Barthel index
No. Kegiatan Dengan Bantuan Mandiri
1. Makan/Minum 0 10
2. Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur/sebaliknya 0 15
3. Kebersihan diri (cuci muka, gosok gigi, menyisir rambut) 0 5
4 Keluara masuk kamar mandi (menyeka tubuh, menyiram, mencuci baju) 0 10
5. Mandi 0 15
6. Jalan-jalan di permukaan datar 0 5
7. Naik turun tangga 0 10
8. Memakai baju 0 10
9. Kontrol BAK 0 10
10. Kontrol BAB 0 10
Jumlah 0 100
Keterangan: Jumlah skor 100 = mandiri Jumlah skor 50-95 = ketergantungan sebagian Jumlah skor kurang dari 45 = ketergantungan total 9. Pengkajian Status Mental Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ)
Benar Salah No. Pertanyaan
a
1. Tanggal berapa hari ini?
a
2. Hari apa sekarang?
a
3. Apa nama tempat ini?
a
4. Dimana alamat anda?
a
5. Berapa umur anda?
a
6. Kapan anda lahir?
a
7. Siapa presiden Indonesia sekarang?
a
8. Siapa presiden Indonesia sebelumnya?
a
9. Siapa nama ibu anda?
a
10. Kurangi 3 dari 20 & tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua secara berurutan
10
Jumlah
Total Skor: Hasil:
  1. Salah 0-3         : fungsi intelektual utuh
  2. Salah 4-5         : kerusakan intelektual ringan
  3. Salah 6-8         : kerusakan intelektual sedang
  4. Salah 9-10       : kerusakan intelektual berat
10. Pengkajian Aspek Kognitif Dari Fungsi Mental
No. Aspek Kognitif Nilai Mhs Nilai Klien Kriteria
1. Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar R  Tahun R  Musim R  Tanggal R  Hari R  Bulan
2. Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar R  Negara Indonesia R  Propinsi Jabar R  Kota Bogor R  Panti Sukma Raharja
3. Registrasi 5 5 Pemeriksa mengatakan nama 3 objek selama 1 detik kemudian klien mengulang nama objek tersebut R  Objek meja R  Objek kursi R  Objek lampu
4. Perhatian & Kalkulasi 5 5 Minta klien untuk memulai dari angka 100 kemudian dikurangi 7 sampai 5 tahap R  100 R  93 R  86 R  79 R  72
5. Mengingat 5 5 Minta klien untuk menyebutkan atau mengulang ketiga objek pada no.2 R  Objek kursi R  Objek gelas R  Objek sendok
6. Bahasa 9 9 Tunjukkan pada klien suatu benda (2 objek) tanyakan namanya! R  Objek R  Objek Minta klien untuk mengulang kata berikut: R  Tak ada jika R  Dan atau R  Tetapi (bila benar nilai 1) Minta klien untuk mengikuti perintah berikut: R  Ambil kertas di tangan anda R  Lipat dua R  Taruh di lantai Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila aktifitas sesuai perintah nilai 1 R  Tutup mata anda Perintahkan pada klien menilai satu kalimat dan menyalin gambar: R  Tulis satu kalimat R  Menyalin gambar
Total Nilai


Interpretasi hasil :
  1. Nilai lebih dari 25       = aspek kognitif dan fungsi mental baik
  2. Nilai 8-22                    = kerusakan aspek fungsi mental ringan
  3. Nilai kurang dari 17    = terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat
B. ANALISA DATA
No. Data Senjang Kemungkinan Penyebab Masalah
1. DS:
  • Ibu S mengatakan sakit kepala
  • Sakit kepalanya berdenyut-denyut
  • Kadang Ibu S merasakan ada yang kaku di kuduknya.
DO:
  • Ibu S tampak sering memegangi kepalanya
  • TD  :160/110 mmHg
  • Nadi : 84 x/menit
  • Suhu : 36.6 oC
  • Respirasi : 20 x/menit
Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku ê Pembuluh darah tidak dapat mengembang ê Pembuluh darah menjadi sempit ê Peningkatan tekanan darah ê Peningkatan tekanan vaskular serebral ê Nyeri kepala Nyeri kepala
2. DS: Ibu S mengatakan kurang tahu mengenai penyakit hipertensi DO:
  • Ibu S tampak sering bertanya tentang penyakit tekanan darah tinggi
Hipertensi ê Kurang terpapar informasi tentang hipertensi ê Kurang pengetahuan tentang hipertensi Kurang pengetahuan tentang hipertensi
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
  1. Nyeri kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral
  2. Kurang pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan kurang terpapar informasi tentang hipertensi
D. RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN
Tgl No. Dx Diagnosa Keperawatan Rencana Rasional
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
20 Mei 2007 1. Nyeri kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral DS:
  • Ibu S mengatakan sakit kepala
  • Sakit kepalanya berdenyut-denyut
  • Kadang Ibu S merasakan ada yang kaku di kuduknya.
DO:
  • TD  :160/110 mmHg
  • Nadi : 84 x/menit
Tupan: Nyeri kepala hilang Tupen : Penurunan tekanan darah Setelah dilakukan intervensi selama 3x kriteria hasil yang diharapkan:
  • Ibu S melaporkan nyeri kepala hilang
  • Tidak ada kaku kuduk
  • TD <140/100 mmHg
  • Nadi 80 x/menit
  • Mempertahanakan tirah baring selama fase akut
  • Kompres hangat pada dahi
  • Anjurkan meminimalkan aktivitas yang dapat meningkatkan sakit kepala: mengejan saat BAB, batuk panjang, membungkuk
  • Kolaborasi : rujuk pasien ke puskesmas untuk pemberian analgetik atau penurun tekanan darah
  • Meminimalkan stimulasi/ meningkatkan relaksasi
  • Menurunkan tekanan vaskular serebral dan memperlambat respon simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala
  • Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala
  • Menghilangkan nyeri

Tgl No. Dx Diagnosa Keperawatan Rencana Rasional
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
20 Mei 2007 2. Kurang pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan kurang terpapar informasi tentang hipertensi DS: Ibu S mengatakan kurang tahu mengenai penyakit hipertensi DO:
  • Ibu S tampak sering bertanya tentang penyakit tekanan darah tinggi
Tupan : Pengetahuan Ibu S tentang hipertensi adekuat Tupen : Pengetahuan Ibu S bertambah Setelah dilakukan intervensi selama 3x kriteria hasil yang diharapkan:
  • Ibu S mengatakan paham mengenai penyakitnya
  • Kaji tingkat pengetahuan klien
  • Berikan pendidikan kesehatan tentang cara mencegah dan mengatasi hipertensi
  • Evaluasi tingkat pengetahuan klien
  • Memudahkan dalam menentukan intervensi selajutnya
  • Menambah pengetahuan pasien tentang penyakit yang dideritanya
  • Mengetahui sejauh mana klien memahami tentang penyakit yang dideritanya
E. IMPLEMENTASI & EVALUASI
Tanggal No. Implementasi Evaluasi
9 Juni 2007 1.
  • Menganjurkan  tirah baring selama fase akut
  • Mengompres hangat pada dahi
  • Menganjurkan meminimalkan aktivitas yang dapat meningkatkan sakit kepala: mengejan saat BAB, batuk panjang, membungkuk
S:
  • Ibu S mengatakan sakit kepala
  • Sakit kepalanya berdenyut-denyut
O:
  • TD  :160/110 mmHg
  • Nadi : 84 x/menit
A: Masalah belum teratasi P: Kolaborasi : rujuk pasien ke puskesmas untuk pemberian analgetik atau penurun tekanan darah
9 Juni 2007 2.
  • Mengkaji tingkat pengetahuan klien
  • Memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mencegah dan mengatasi hipertensi
  • Mengevaluasi tingkat pengetahuan klien
S: Ibu S mengatakan hipertensi adalah penyakit tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg O: Ibu S tampak mengerti mengenai masalah kesehatan hipertensi A: Masalah teratasi sebagian P: Ingatkan kembali klien mengenai cara mencegah dan mengatasi hipertensi



Posted By Belajar Askep

Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini

Saturday, December 28, 2013

Hati-hati Terserang Sindrom ini Saat Liburan Telah Usai

0 Selengkapnya
Jangan berpikir semua orang berhagia dengan liburan yang dilaluinya. Di beberapa tempat, sebagian orang menganggap liburan sebagai roller coaster yang berada di fase turun. Entah itu dikarenakan ekspektasi tinggi yang tak kesampaian, atau ketakutan kembali ke fase-fase kesepian saat bekerja.
 
Hati-hati Sindrom Ini Menyerang Saat Liburan Telah UsaiBeberapa ahli mengatakan depresi pasca liburan adalah sesuatu yang lumrah adanya. Perasaan sedih, bersalah, marah, apalagi jika liburan yang dilaluinya tidak membuatnya lebih bahagia. Sindrom ini biasanya dimulai dengan gejala munculnya perasaan sedih, rasa bersalah, marah, tidak bahagia, sampai yang parah; insomnia, pemarah, nafsu makan menurun drastis, sulit konsentrasi, cemas, dan lain sebagainya.
 
Beberapa hari yang lalu, bisa jadi Anda tengah menyantap hidangan terlezat dengan orang terdekat Anda. Setelah itu berlalu, Anda akan kembali ke fase bekerja, meringkuk di tengah tumpukan dokumen-dokumen yang membosankan. Rasanya cukup normal saat Anda sedikit kecewa dengan liburan yang sementara, tapi jangan sampai Anda membiarkan perasaan itu menguasai Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda merencanakan hal-hal berikut:
 
- Buatlah rencana
 
Merancang ulang jadwal liburan itu penting. Pilihlah waktu-waktu yang tepat, di sela-sela kesibukan Anda untuk menghubungi lagi teman-teman Anda yang terlewat saat liburan sebelumnya. Makan malam sederhana akan membuat Anda jauh lebih senang daripada sebelumnya.
 
- Ciptakan pilihan yang sehat
 
Menciptakan pola hidup sehat semoga bisa menghilangkan rasa stres Anda karena liburan yang kurang berkualitas. Makan yang bergizi, berolahraga, diyakini mampu menjaga diri dari depresi yang berkelanjutan.
 
- Tetap bersosialisasi
 
Tidak terasa, beberapa hari yang lalu kita masih bersendau-gurau dengan kerabat dan kawan-kawan kita, tapi saat ini kita sudah dihadapkan kembali dengan dokumen-dokumen yang harus segera digarap. Pasti akan muncul rasa kesepian. Menjaga komunikasi dengan kerabat dan teman adalah kunci utama untuk menghindari sindrom pasca liburan.
 
- Carilah bantuan
 
Jika Anda sudah benar-benar terjangkit post-holiday blues, jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan. Bisa keluarga, bisa juga langsung ke ahli kesehatan. Kadang terkesan klise, gangguan ini bisa hilang dengan sendirinya setelah kita mendengar suara orang kita anggap paling dekat, meski hanya melalui gagang telepon.

Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini

Friday, November 01, 2013

Pengumuman CPNS Jalur Umum

0 Selengkapnya
cpns2013ljk

Bagi peserta tes CPNSD Formasi Umum tahun 2013 dapat melihat hasil ujian masing-masing dengan mengakses web www.menpan.go.id Atau sscn.bkn.go.id disini




Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini

Tuesday, August 13, 2013

Beberapa Tulisan Arab

0 Selengkapnya
Berikut ini beberapa contoh tulisan Arab yang dapat dicopy-Paste untuk status FaceBook atau kosakata dlm bb kita :
( Assalamu 'alaikum Wr. Wb ) السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
( Wa 'alaikum salam Wr. Wb ) وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
( Wassalamu 'alaikum Wr. Wb)  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Bismillahirrahmanirrahim)
اَهْلاًوَسَهْلاً (ahlan wa sahlan )
اَللّهُ اَكْبَرُ (Allahu Akbar )
اَلْحَمْدُلِلّهِ (Alhamdulillah) اَللّهُ (Allah) آمِّينَ (amin)
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ (Astaghfirullah)
 بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ ( Do'a untuk Pengantin )
حَلاَلً (halal) حَرَمً (haram)
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ (innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun)
اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ (insya Allah)
جَزَاكَ اللّهُ (jazakallah)
جَزَاكِ اللّهُ (jazakillah)
جَزَاكُمُ اللّهُ (jazakumullah)
لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ(laa haula wa laa quwwata illa billah)
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ (laa ilaaha illallah)
مَاشَآءَاللّهُ (masya Allah)
 سُبْحَانَ اللّهُ (subhanallah)
 اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ (lafadz takbiran)
 تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ (taqabalallahu minna wa minkum)
تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ (taqabal ya kariim)
وَ اِيَّكُمْ (wa iyyakum)
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ (penutup ceramah)
www.ahmadabi@yahoo.com / 29B7F9E8
Powered by Telkomsel BlackBerry®
 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |