Belajar Askep
.

Friday, March 25, 2011

Browse » Home » » Apa Yang Dilakukan Selama Kala 3

Apa Yang Dilakukan Selama Kala 3

Bagikan Keteman Lewat:



Kala 3 dimulai ketika bayi lahir dan berakhir ketika plasenta keluar. Kala 3 biasanya berakhir kurang dari satu jam.
Gambaran dari tanda sehat dan tanda resiko
Tanda Sehat
Ibu
Ø  Semburan darah kecil keluar dari vagina
Ø  Tali pusat memanjang
Ø  Tali pusat mungkin jadi tebal dan biru saat pertama, kemudian berubah tipis dan putih
Ø  Ibu tetap siap dan waspada
Ø  Plasenta lahir keseluruhan, dalam satu lempengan, dan mengikat tali pusat
Ø  Rahim berada diperut ibu dan tetap keras
Bayi
Ø  bayi mungkin jadi biru saat pertama
Ø  bayi mulai bernafas dalam beberapa menit
Ø  lengan dan kaki bayi aktiv, tidak pincang
Ø  refleks bayi bagus
Ø  denyut jantung bayi kuat
Ø  bayi menghisap payudara

tanda resiko
ibu
Ø  perdarahan hebat atau terus menerus sebelum plasenta keluar
Ø  ibu memiliki tanda syok
Ø  tidak ada tanda plasenta keluar setetlah ½ jam, atau plasenta tidak keluar setelah satu jam
Ø  perdarahan hebat atau terus menerus setelah plasenta keluar
Ø  rahim keluar dengan plasenta
bayi
Ø  bayi tidak bernafas sepenuhnya
Ø  denyut jantung bayi tidak ada, atau denyut jantungkurang dari 80 kali per menit
Ø  bayi susah bernafas
Ø  bayi sangat pucat atau bayi tetap biru setelah beberapa menit pertama

Apa yang dilakukan untuk ibu
1.      terlihat untuk perdarahan hebat
beberapa perdarahan normal selama kala 3. ini biasanya akan jadi semburan darah kecil ketika plasenta keluar dan barangkali beberapa darah berlinang pada kulit ibu. Tetapi jika perdarahan ini lebih dari pada perdarahan setiap bulan,sebelum plasenta keluar ini sangat berbahaya.
Jika ibu merasa pusing dan pingsan, bantu dia berbaring dan meletakkan paha dan kakinya diatas. Periksa nadi dan tekanan darahnya setiap 15 menit pada sewaktu-waktu.
2.      terlihat kejang
jika seorang wanita mengalami preeklampsia selama kehamilan, dia mungkin mengalami kejang saat pertama 24-48 jam setelah melahirkan.
3.      waktu tanda-tanda plasenta lepas
plasenta biasanya lepas di menit pertama setelah melahirkan, tetapi bisa tidak keluar pada saat melahirkan itu.
Disini ada tanda-tanda bahwa plasenta lepas dari rahim :
Ø  semburan darah dari vagina. Semburan darah yang keluar sedikit, kemudian berhenti. Ini tidak sedikit atau mengalir. Jika darah mengalir terus menerus setelah atau sebelum semburan ini, ini bisa jadi masalah.
Ø  Tali pusat yang panjang. ketika plasenta keluar dari dinding rahim, plasenta turun keluar membuka vagina. Ini bisa membuat tali pusat tampak panjang.
Ø  bentuk rahim berubah dan terasa. Sebelum plasenta lepas, rahim biasanya bundar tetapi sedikit datar dipuncak. Puncak rahim datar di bawah pusar.

4.      melepaskan plasenta
melepaskan normal
waktu plasenta lepas,  itu bisa dan akan keluar. Untuk melepaskan plasenta :
Ø  katakan pada ibu untuk membiarkan seseorang untuk memegang bayi untuk sementara meyakinkannya bahwa pelepasan plasenta tidak akan sakit karena ini kecil dan lembut daripada bayi.
Ø  Meletakkan dalam sarung bersih atau tas plastik
Ø  Ibu duduk atau jongkok diatas mangkok, memintanya untuk mengedan ketika dia merasa ada kontraksi
Jika ibu kesulitan mendorong plasenta keluar, letakkan bayi di dada untuk terjadinya kontraksi. Kontraksi ini akan membantu mendorong plasenta keluar. Jika bayi tidak mau menyusui, cobalah stimulasi puting susu.
Ø  Selaput dari kantong air ketuban di sekeliling bayi juga keluar dengan plasenta. Jika beberapa selaput masih dalam perut ibu setelah plasenta keluar, pegang plasenta dengan 2 tangan.
Ø  Merasakan rahim ibu untuk meyakinkan ini kecil dan keras.

Metode memimpin tali pusat
Kadang-kadang bidan akan membutuhkan perlahan memimpin plasenta keluar dari tali. Ini harus diselesaikan jika ibu kesulitan melahirkan plasentanya sendiri. Jika terlalu lemah untuk duduk atau jongkok atau jika dia perdarahan banyak sebentar plasenta sampai dalam. Pimpin pengeluaran plasenta hanya berakhir ketika kamu yakin plasenta tidak panjang dalam dinding rahim tetapi di vagina dan ibu tidak bisa untuk mendorongnya sendiri. Ini biasanya lebih baik, jika ibu tidak perdarahan, untuk hanya mendorongnya sendiri.
Ini cara yang benar untuk pertolongan plasenta keluar :
Ø  yakinkan tali pusat menarik dengan memotong tali steril. Kemudian periksa tanda pisahkan dan dorong rahim ke atas dan bawah. Tunggu dan coba lagi.
Ø  Jika kamu lihat tanda pemisahan, tangan satu menekan kepala dibawah rahim. Pegang rahim ditempat dan coba rasakan jika ini bergerak. Tunggu untuk kontraksi bagus – rahim akan mengencang. Ibu dapat mengatakan jika kontraksi datang.
Ø  Secara perlahan pimpin plasenta ke bawah dan keluarkan dari talinya. Tegangkan dan kendorkan dengan lembut atau kuat tali pusat. Anjurkan ibu mengedan dan kamu memimpin plasenta untuk keluar.
Ø  Jika rahim terlihat bergerak turun kamu tarik tali pusat, berhenti! Jika ibu mengatakan itu sakit atau jika plasenta tidak akan keluar, berhenti! Kemungkinan plasenta menempel. Tunggu beberapa menit dan coba lagi. Jika rahim masih bergerak turun, plasenta tidak akan keluar dan tidak terjadi perdarahan, tunggu.
Ø  Jika rahim tidak bergerak dan tali pusat keluar kamu pimpin, lanjutkan untuk memimpin secara perlahan sampai  plasenta keluar.

5.      periksa plasenta dan tali pusat
biasanya seluruh plasenta keluar,potongan bagian kiri dalam biasanya dapat menyebabkan perdarahan atau infeksi. Jika kamu melihat itu keluar periksa bagian atas dan bawah dari plasenta dan selaput air ketuban.
Pastikan memakai sarung tangan apabila memeriksa plasenta dan selaput.
Atas dari plasenta. Bagian atas plasenta (sisi yang menghadap ke bayi) licin dan bersinar. Periksa keluarnya darah dari ujung bekas plasenta melekat atau menempel. Ini biasanya bagian dari memotong yang salah yang masih berhubungan dengan ibu.
Selaput. Kamu dapat melihat selaput yang baik pada bagian atas dari plasenta. Itu akan terlihat terpotong tapi coba lihat dulu semuanya.
Bawah dari plasenta. Periksa tiap sisi dari plasenta, tanganmu memegang plasenta, sehingga semua plasenta terlihat. Jika kamu ingin memperbaiki selaput yang hilang minta ibu untuk duduk berjongkok dan meneran.
Tali pusat. Jika kamu melihat secara seksama ujung dari tali, kamu akan meihat 3 lubang – 1 lubang besar dan 2  lubang kecil. Ini adalah nadi dan pembuluh darah yang membawa darah untuk bayi dari plasenta.
Jiak hanya terdapat 2 lubang pada tali, kemungkinan kecil bayi akan mendapatkan beberapa masalah. Jika mungkin, segera periksa bayi ke dokter.
Apa yang dilakukan dengan plasenta
Banyak bagian wilayah dunia menanam plasenta atau membakarnya (karena bahaya dari HIV/AIDS dalam cairan tubuh dan darah).

Apa yang dilakukan untuk bayi
1.      periksa kesehatan bayi
beberapa bayi memiliki ciri saat lahir, bayi akan memiliki kelambatan dalam menit pertama untuk melewatinya, kamu dapat melihat dengan jelas pergerakan bayi yang lambat atau cepat saat bayi lahir.
Bernafas
Bayi baru akan berusaha bernafas dalam 1 atau 2 menit setelah lahir. Beberapa bayi sehat biasanya akan menangis saat lahir untuk bernafas. Tetapi beberapa bayi sehat yang tidak menangis – terutama jika mereka tidak berusaha untuk membuat bayi menangis.
Menjaga lubang hidung dan dada bayi supaya bayi bisa bernafas. Jika kamu melihat beberapa tanda, bayi sulit menarik nafas :
Ø  lubang hidung bayi mengarah ke atas
Ø  diantara kulit bayi atau dibawah rusuk agak melengkung
Ø  bayi bernafas lebih dari 60 kali per menit dalam 2 jam pertama setelah lahir
Ø  bayi bersuara apabila ingin menarik nafas
warna
kebanyakan bayi berwarna biru atau berwarna merah ketika lahir, tapi dengan cepat warna lebih normal pada 1-2 menit. Kadang-kadang tangan dan kaki biru kecil panjang dari badan saat tidur.
2.      menjaga bayi tetap hangat dan kering
keringkan bayi dengan kain bersih atau handuk. Jika bayi diatas perut ibu ini akan sesuai dengan suhu untuk bayi.
Jika cuaca panas tidak perlu membungkus bayi, tidak perlu membuat ruangan terlalu panas dapat menyebabkan bayi dehidrasi.

3.      membantu bayi mulai menyusu
ini terbaik untuk bayi menyusu dengan segera setelah lahir, sebelum plasenta keluar.
Segera menyusui adalah bagus untuk ibu dan bayi :
Ø  menyusui membuat kontraksi uterus. Ini membantu plasenta keluar dan membantu mencegah perdarahan
Ø  menyusui bagus untuk ibu dan bayi untuk mulai mengetahui satu lainnya
Ø  menyusui memberi kenyamanan bayi
Ø  menyusui membantu ibu rileks dan merasa baik tentang bayi barunya. Terutama untuk partus lama atau bengkak untuk bayi kecil atau pada bayi yang akan di khitan

4.      berikan obat pada mata bayi untuk mencegah kebutaan
ibu bisa terkena infeksi pada vaginanya dan dia tidak mengetahui itu. Ketika bayi lahir, infeksi bisa terjadi pada mata dan menyebabkan kebutaan.Untuk mencegah kebutaan, berikan sedikit eritromicin 0,5%  salep mata tatrasiklin 1% pada setiap mata bayi. Ini dilakukan untuk setiap bayi 4 jam setelah lahir dan jika ibu terlihat sangat sehat.

5.      berikan bayi injeksi vitamin K
selama 10 hari setelah kelahiran, bayi tidak bisa membuat darah membeku untuk menghentikan perdarahan. Di semua tempat bayi baru diberikan injeksi vitamin k untuk membantu pembekuan darah. Ini sangat penting untuk semua bayi.
Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Apa Yang Dilakukan Selama Kala 3 Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Apa Yang Dilakukan Selama Kala 3

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |