Belajar Askep
.

Wednesday, March 23, 2011

Browse » Home » » Apendisitis

Apendisitis

Bagikan Keteman Lewat:



Apendisitis adalah peragaaan dari apendiks vermiformis. Jenis yang akut merupakan penyebab yang umum dari abdomen akut. Penyebab utamanya adalah obstruksi/penyumbatan yang dapat disebabkan oleh:
1.      Hiperplasia dari folikel limfoid, yang merupakan penyakit terbanyak.
2.      Adanya fekolit dalam lumen afendiks.
3.      Adanya benda asing seperti cacing.
4.      Stuktur karena fibrosis akibat peradangan sebelumnya.
5.      Sebab lain,misalnya keganasan (karsinoma,karsinoid)
           
Obstruksi apendiks itu menyebabkan mukus yang diproduksi mukosa terbendung.makin lama mukus yang terbendung makin banyak dan menekan dinding apendiks,sehingga mengganggu aliran limfe dan menyebabkan dinding apendiks odem serta merangsang tunika serosa dan peritoneum viseral.Oleh karena persarafan apendiks sama dengan usus, yaitu torakal X, maka rangsangan itu dirasakan sebagai rasa di sekitar umblikus.

Mukus yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri dan menjadi nanah, kemudian timbul gangguan aliran vena,sedangkan arteri belum terganggu.Peradangan yang timbul meluas dan mengenai peritoneum parietal setempat,sehingga menimbulkan rasa sakit dikanan bawah,keadaan ini disebut dengan apendisitis supurstif akut.

Bila kemudian aliran arteri terganggu maka timbul alergen, dan ini disebut dengan apendisitis gangrenosa.bila dinding apendiks yang telah rapuh itu pecah,dinamakan apendisitis perforasi. Bila omentum dan usus yang berdekatan dapat mengelilingi apendiks yang meradang atau perforasi akan timbul suatu massa lokal, keadaan ini disebut sebagai apendisitis infitrat atau bila masaa itu berisi nanah disebut apendisitis afses.pada anak-anak karena omentum masih pendek dan tipis,apendiks yang rfelatif lebih panjang, dinding apendik lebih tipis dan daya tahan tubuh yang masih kurang demikian juga pada orang tua karena telah ada gangguan pembuluh darah, maka periorasi terjadi lebih cepat. Bila apendisitis infiltrat ini menyembuuh dan akan kemudian gejalanya akan hilang timbul kemudian hari,maka menjadi apendisiitis kronik.

Gejala Klinik
Gejala utama pada apendisitis adalah nyeri perut.rasa sakit ini disebabkan oleh penyumbatan apendiks, karena itu sifatnya sama seperti pada obstruksi usus. Gejala umum lainnya adalah demam.mula-mula demam tidak begitu tinggi, tetapi menjadi hiperpireksi bila terjadi periorasi. Bila proses apendisitis menjadi tidak jelas dan tidak terdapat demam kecuali pada eksaserbasi akut.

Pemeriksaan fisik
1.      Sikap dan posisi penderita sudah menunjukkan arah kecurigaan.
2.      Pengukuran suhu akan menunjukkan angka sekitar 37,5-38,5C.
3.      Pemeriksaan pada perut akan menunjukkan nyeri tekan,nyeri lepas,nyeri ketok,”defence muscular” setempat ,nyeri kontra lateral (tanda Rovsing), tes psoas kanan positif (rasa sakit bila dengan fleksi pada sendi lutut dan panggul,tungkai atas kanan diendorotasikan).
4.      “Rectal toucher” penting untuk membedakan kelainan pelvis yang lain.

Pemeriksaan penunjang
1.      Pemeriksaan darah rutin akan menunjukkan lekoliltas ringan dan hitung jenis yang bergeser ke kiri.
2.      Pemeriksaan urin rutin penting untuk membedakan apendisitis dengan kelainan ginjal.
3.      Pemeriksaan foto polos abdomen tidak menunjukkan tanda pasti apendisitis,tetapi mempunyai arti penting dalam membedakan apendisitis dengan obstruksi usus halus atau batu ureter kanan.

Diagnosis banding
Pada anak-anak,apendisitis perlu dibedakan dengan ‘simple acute gastroenteritis’,adenitis kelenjar mesentrium dan invaginasi.
            Pada laki-laki dewasa,apendisitis perlu dibedakan dengan batu ginjal atau batu ureter kanan,hidronefrosis,enteritis regional akut ,torsi dan strngulasi testis kanan,epididimitis kanan.

Penatalaksanaann
            Pada apendisitis akut pengobatan yang paling adalah operasi apendektomi.dalam waktu 4 jam operasi  baru telah di buka,tindakan operasi sendiri dengan fasilitas lengkap dan tidak mungkin untuk merujuk ,maka lakukan tindakan konservatif. 
            Bila terjadi apendisitis infitrat,para ahli terpecah dalam 2 pendapat yang pertama berpendapat bahwa adanya massa merupakan suatu petunjuk merupakan tindakan konservatif karena opersi akan menyebabkan penyebaran inveksi kedalam kavum peritonei.yang kedua berpendapat bahwa pendapat bahwa pengobatan konserpatif  memakan waktu lama dan kemungkinan menjadi abses.  
            Pada umumnya,bila penderitanya dewasa,sikap yang diambil adalah konserpatif penderita istirahat total dengan posisi fowler dan berikan antibiotik dosis tinggi .obserpasi terhadap besarnya infitrat,tingginya demam,perubahan leoksit dan LED.dengan penatalaksanaan yang baik.biasanya 3-4 hari keadan membaik.

PENATALAKSANAAN APENDIKTOMI                     
Tindakan pereo peratik penderita di rawat di berikan anti biotik dan komrpres untuk menurunkan suhu penderita.
           
TINDAKAN OPERATIF;APENDIKS.                
Tindakan post operatif observasi tanda-tanda vital untuk mengetahui terjadinya pendarahan di dalam syok hiperemi dan ganguan pernapasan.angkat sonde lambung bila penderita telah sadar,sehinga aspirasi cairan lambung dapat di cegah kemudian baringkan penderita posisi fowler. Penderita dapat dikatakan baik bila dalam 12 jam tidak terjadi ganguan,selama itu penderita puasa.  

Cara Apendiktomi   
Untuk untuk mencapi apendik ada tiga cara yang secara teknik    operatif mempunyai keuntungan dan keburukannya,yaitu;insisi menurut mc burne atau muscle spliting incision.sayatan   di teruskan secara langsung mengenai kutis, subkutis dan fasia serta otot-otot dinding perut sampai akhirnya tampak protenum. 
                       
Apendisitis
Apendik adalah organ tambahan kecil yang menyerupai jari, melekat di bawah sekum tempat dibawah katub ileosekal, karena mengosongkan diri tidak efisien, dan lumayan kecil maka apendiks mengalami obstruksi dan rentan terhadap infeksi (apendisitis), apendisitis merupakan yang paling umum dari inflamasi akut kudran kanan bawah ronga abdomen dan peyebab yang paling umum dari pembedahan abdomen darurat dari dewasa insiden tertingi adalah mereka yang berusia 10-30 tahun.

Menifestasi klinis
nyeri kuadran bahwa biasanya disertai renda,mual dan sering munttah
1.      pada titik burey (terletak di antara pertengahan umbilikus dan spina anterior dari ilium) nyeri tekak setempat karena tekanan dan sedikit kaku dari bagian bawah otot rektus kanan.
2.      nyerib alih mungkin saja ada, letak apendiks mengakibatkan sejumlah nyeri tekak,spasme otot,dan konstipasi atau diare kambuhan
3.      tanda rousing (dapat diketahui dengan mempalpasi kuadran kanan bahwa nyeri kuadran bawah.
4.      jika terjadi ruptur apendik, maka nyeri akan menjadi lebih menyebar terjadi distensi abdomen akibat ileus paralitik dan kondisi memburuk.              

Evaluasi diagnostik
1.      diagnosa didasarkan pada pemriksaan fisik dan pemeriksaan laboratrium serta radiologi.
2.      jumlah leoksit lebih tinggi dari 10,000%/mm3 jumlah netrofil > tinggi dari 75 %. Pemeriksaan sinar X & ultrasonografi menunjukkan densitas pada kuadran kanan bawah / tingkat aliran udara setempat.

Penatalaksanaan
1.  Pembedahan diindikasikan jika diagnosa apendiksitis lakukan apendektomi secepat mungkin untuk mengurangi resiko perforasi. Metode ensisi abdominal bawah di bwahh anestesi umum / spinal laporostopi.
2.      Berikan antigiotik dan cairan IV smpai pembedahan dilakukan.
3.      Analgesik dapat diberikan setelah diagnosa ditegakkan.

Komplikasi Apendektomi
1.      komplikasi mayor adalah perforasi apendiksyang dapat mengarah pada peritonitas / pembentukan abses.
2.      Perforasi biasnya terjadi 24 jam setelah awitan nyeri ( gejala – gejalanya termasuk demam, penampilan toksik, dan nyeri berlanjut )

Intervensi keperawatan
1.  Tujuan keperawatan menghilangkan nyeri, mencegah defisit, volume cairan, menurunkan ansietas, menghilangkan infekksi akibat gangguan potensial atau aktual saluran gastrointestinal, mempertahankan integritas kulit, dan mencapai nutrisi yang optimal.
2.    Preoperatif : siapkan untuk pembedahan, mulai lakukan pembedahan, berikan antiperetik, antibiotik yang diresepkan, pasang selang nasogastrik, dan minta pasien untuk berkemih.
3.  Pascaoperatif : baringkan dalam posisi semi fowler, berikan anlgesik narkotik sesuai pesanan, berikan cairan per oral jika sudah dapat mentoleransi, dan makanan sesuai keinginan pada hari operasi.
4.  Beriakan penyuluhan saat pulang informasiakn tentang perjanjian tindak lanjut dengan ahli bedah, bicarakn perawatn insisi dan panduan aktifitas, ajarkan pasien dan keluarga tentang perawatan luka, dan penggantian panduan balutan atau irigasi. Perawat kesehatan rumah untuk membantu perawatan ini dan memantau komplikasi serta penyembuhan luka.

DAFTAR PUSTAKA
Kapita Selekta Kedokteran II
Keperawatan Medical Bedah, Bruner & Suddarth, Diane C Baughman, Joann C. Hackley. Buku Kedokteran
Kamus Kesehatan 

Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Apendisitis Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Apendisitis

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |