Belajar Askep
.

Tuesday, March 22, 2011

Browse » Home » » Lanjutan dari Kep-Keluarga

Lanjutan dari Kep-Keluarga

Bagikan Keteman Lewat:




KEPERAWATAN GERONTIK
Pendahuluan
            Berbagai istilah berkembang terkait dengan lansia, yaitu gerontologi, geriafri, keperawatan geronfik dan keperawatan geristrik.
Jadi berbagai istilah berkembang yang terkait dengan lansia perlu dibedahkan pengertian antara gerontologi dan geriatri, walaupun berobjek sama.
            Gerontologi berasal dari kata latin  ” geros ” yang artinya lanjut usia dan ” logos ” yang berarti ilmu.
1.      Geronfologi adalah ilmu yang mempelajari secara khusus mengenai masalah / faktur yang menyangkut lansia
2.      Geronfologi adalah ilmu yang mempelajari proses menua dan masalahnya
3.      Gerobfologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek menua ( kozier, 1987 )
4.      Geronfologi adalah cabang ilmu yang mempelajari proses menua dan  masalah yang mungkin terjadi pada lanjut usia ( miller, 1990 )
Tujuan geponfologi
1.      Membantu individu lanjut usia memahami adanya perubahan pada dirinya berkaitan dengan proses penuaan
2.      Membantu memperfalankan identitas kepribadian lansia
3.      Mempertahankan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan lansia
4.      Memotivasi dan menggerakkan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lansia
5.      Memenuhi kebutuhan lansia sehari – hari
6.      Mempercepat pemelihan / penyembuhan penyakit
Geriatri, berasal dari bahasa latin ” Geros ” artinya lansia dan ” eatriea ” artinya kesehatan / medikal
1.      Gerintri adalah cabang ilmu kedokteraan yang berfokus pada masalah kedokteraan, yaitu penyakit yang timbul pada lansia ( black dan jacob, 1997 )
2.      Geriatri adalah bagian dari kedokteraan yang mempelajari tentang pencegahan penyakit dan kekurangannya pada lansia
3.      Geriatric nursing adalah praktik keperawatan yang berkaitan dengan penyakit pada proses menua ( kozier, 1987 )
Tujuan keperawatan geriatri
1.      Mempertahankan derajat kesehatan para lanjut usia pada taraf yang setinggi – tingginya sehingga terhisnalar dari penyakit
2.      Memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas fisik dan mental
3.      Merangsang pertugas kesehatan untuk mengenal dan menegakkan diagnosis yang tepat
4.      Mencari upaya semaksimal mungkin agar para lansia dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal
5.      Apabila lansia tidak dapat disembuhkan lagi, ilmu ini menganjurkan untuk dapat memberikan suntik dan perawatan penuh pengertian.
Proses menua
Pengertian menua
            Menua / menjadi dua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi semua sejak permulaan kehidupan
            WHO dan UU No 13. tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia pada bab I pasal 1 ayat 2 menyebutkan bahwa umur 60 tahun adalah cara permulaan tua. Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berlangsung mengakibatkan perubahan yang komunikatif, yang merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh yang menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh yang berakhir dengan kematian
            Dalam buku ajar geriatri, prof. Dr. R. Boealli darmojo dan Dr. H. Hadi martono ( 1994 ), menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan – lahan jaringan untuk memperbaiki diri ./ mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak tepat bertahan.
Teori proses menua
Proses menua bersifat individual
1.      Tahap proses menua terjadi pada orang dengan usia berbeda
2.      Setiap lansia mempunyai kebiasan yang berbeda
3.      Tidak ada satu faktor pun yang ditemukan dapat mencegah proses menua
A. Teori genetik
     Pembagian / penjelasan teori genetik :
a. Teori hayflick
Menurut studi hayflick dan moorelad ( 1961 ), penuaan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain perubahan fungsi sel, efektif kumulatif dari tidak normalnya sel dan kemudian sel dalam organ dan jaringan.
b. Teori kesalahan
Kesalahan dalam proses mekanisme pembuatan protien akan mengaibatkan beberapak
c. Teori DNA
Mendvedev ( 1972 ) mengukakan teori yang berhubungan dengan teori kesalahan.
d. Teori rekaman
Rekaman adalah tahap awal dalam pemindahan informasi dari DNA ke sintesis protein
e. Teori mutasi somatik
            Teori ini hampir sama dengan teori rekaman dan teori kesalahan
B.  Teori nongenetif
1.   Teori penurunan system ilmu tubuh
2.   Teori kerusakan akibat radikal bebas
3.   Teori menua akibat metabolisme
4.   Teori rantai sulang
5.   Teori fisiologis
C.  Teori sosialogis
1.   Teori interaksi sosial
2.   Teori aktivitas atau kegiatan
3.   Teori kepribadian berlanjut
4.   Teori pembebasan diri / penarikan diri
Tipe lanjut usia di  Indonesia
Mangkunegoro IV dalam surat WERDATAMA, yang dikutip oleh H.I. Widyapranata menyebutkan lansia dalam leteratur lama lanjut dibagi 2 golongan
1.   Wong sepuh
      Orang tua yang sepi hawa nafsu, menguasai ilmu ””dini tunggal ” mampu membedahkan antara baik dan buruk, sejati dan palsu gusti ( tuhan ) dan hambanya.
2.   Wong sepah
Lansia yang kesong, tidak tahu rasa, bicara muluk – muluk tanpa isi tingkah lakunya dibuat – buat ada berlebihan serta memalukan hidupnya menjadi hambar.
Pujangga Ranggo Warsito ( dalam surat kalatida ) menyebutkan bahwa lanjut usia terbagi dalam 2 kelompok yaitu :
1.      Lanjut usia yang berbudi jemfuja
      Orang tua utu meskipun diridhoi tuhan yang maha esa dengan rezeki tetapi berusaha terus serta selalu ingat dan waspada
2.      Lanjut usia yang lemah
      Lanjut usia yang lemah adalah orang tua yang putus asa sebaiknya hanya menjauhkan diri keduniawian, supaya mendapat kasih sayang tuhan.
Dizaman sekarang, banyak ditemukan bermacam – macam tipe lanjut usia yang menonjol antara lain  :
1.      Tipe arif bijaksana
2.      Tipe mandiri
3.      Tipe tidak puas
4.      Tipe pasrah
5.      Tipe bingung
Tipe lanjut usia dapat pula dikelompokkan dalam bberapa tipe yang berghantung pada karakter, pengalaman hidup, lingkungan kondisi fisik, mental sosial dan ekonominya tipe ini antara lain :
1.      Tipe optimis
2.      Tipe konstruktif
3.      Tipe ketergantungan
4.      Tipe defensive
5.      Tipe militan dan serius
6.      Tipe pemarah dan frustasi
7.      Tipe bermusuhan
8.      Tipe putus asa, membenci dan menyalahkan diri sendiri.
Menurut kemampuan dalam diri sendiri, lansia dapat digolongkan :
1.      Lansia mandiri sepenuhnya
2.      Lansia mandiri dengan bantuan langsung keluarganya
3.      Lansia mandiri dengan bantuan tidak langsung
4.      Lansia dibantu oleh badan sosial
5.      Lansia panti sosial tersna wirha
6.      Lansia yang dirawat di rumah sakit
7.      Lansia yang menderita gangguan mentah.

KAPAN SESEORANG DISEBUT LANJUT USIA
Batasan umur menurut WHO
1.      Usia pertengahan ( middle age ) 45 – 59 tahun
2.      Lanjut usia ( elderly ) 60 – 74 tahun
3.      Lanjut usia tua ( old ) 75 – 90 tahun
4.      Usia sangat tua ( very old ) diatas 90 tahun
Menurut prof, DR Nyonya Sumiati Ahmad Muhammad ( Alm ) Guru Besar UGM Fakulats Kedoteran Periodesasi Biologis
1.      Usia 0 – 1 tahun ( masa bayi )
2.      Usia 1 – 6 tahun ( masa pra sekolah )
3.      Usia 6 – 10 tahun ( masa sekolah )
4.      Usia 10 – 20 tahun ( masa puberstas )
5.      Usia 40 – 65 tahun ( masa setengah umur, prasenium )
6.      Usia 60 tahun keatas masa lanjut usia serium
Menurut  Dra Nyonya Jos Masdani Psikolog UI
1.      Fase iuventus, 25 – 40 tahun
2.      Fase verilitas 40 – 50 tahun
3.      Fase prasenium, 55 – 65 tahun
4.      Fase senium, antara usia 65 tahun hingga tutup usia
Menurut Burnside ( 1979 )
1.      Young old, 60 – 69 tahun
2.      Middk age old, 70 – 89 tahun
3.      Old – old, 80 89 tahun
4.      Very old – old , 90 tahun keatas
Kebutuhan nutrisi lansia
a.       Kalori pada pria adalah 2180 terdiri dari perempuan 1700 kalori
b.      Karboudrat, 60 % dari lanjut kalori yang dibutuhkan
c.       Lemak, tidak dilanjutkan karena menyebabkan hambatan pencernaan dan terjadi penyakit 15 – 20 % dari total kalori yang dibutuhkan
d.      Protein, untuk mengganti sel – sel yang rusak 20 25 % dari total kalori yang dibutuhkan
e.       Kebutuhan vitamin dan mineral sama dengan usia mudah
f.       Air, 6 – 8 gelas perhari
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi lansia
1.      Berkurangnya kemapuan mencerna makanan ( akibat kerusakan gigi / ompong )
2.      Berkurangnya cita rasa
3.      Berkurangnya koordinasi otot
4.      Keadaan fisik yang kurang naik
5.      Faktor ekonomi dan sosial
6.      Faktor penyerapan mabainan ( daya absorbsi )
Faktor penyebab malnutrisi pada lansia
1.      Penyebab akut dan tronis
2.      Keterbatasan sumber penghasilan
3.      Faktor psikologis
4.      Kesalahan dalam pola makanan
5.      Kesalahan dalam pola makan
6.      Kurangnya energi untuk mempersiapkan makanan
7.      Kurang pengetahuan tentang nutrisi yang tepat
Pengkajian status gizi

TB             : Tinggi badan                                     IMT normal perempuan 17 - 23
BB             : Berat badan                                                              laki – laki 18 - 25
IMT           : indeles masa tubuh

IMT   :      kkBB
                 (TVB)2

IMT                                        Kategori
< 18,5                                      BB kurang
18,5 – 24,9                              BB normal
25,0 – 29,9                              BB lebih
30,0 – 39,9                              obesites I
35,0 – 39,9                              obesitas II
> 39,9                                      sangat obsesitas

Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Lanjutan dari Kep-Keluarga Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Lanjutan dari Kep-Keluarga

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |