Belajar Askep
.

Wednesday, April 06, 2011

Browse » Home » , » Gawat Darurat

Gawat Darurat

Bagikan Keteman Lewat:




BAB I
Penanggulangan Penderita Gawat Darurat

Pengertian

1. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD)
            > Upaya untuk mengatasi keadaan gawat daruat agar pasien tidak meninggal, atau semakin memburuk keadaannya atau untuk mencegah atau mengurangi kecacatan.

2. Gawat Darurat
            > keadaan akut yang mengancam jiwa atau organ akan menjadi cacat bila tidak mendapat pertolongan secepatnya.

3. Gawat tidak darurat
            > Keadaan ancaman jiwa tetapi tidak memerlukan tidakan segera.


4. Darurat tidak gawat
            > keadaan yang memerlukan tindakan segera tetapi tidak mengancam jiwa atau organ

5. Tidak Gawat Tidak Darurat
            > keadaan yang tidak mengancam jiwa dan tidak membutuhkan tindakan segera

6. Keecelakaan
            > suatu kejadian dimana terjadi interaksi berbagai factor yang datangnya mendadak, tidak dikehendaki sehingga menimbulkan cidera.

7. Cedera
            > Masalah kesehatan yang didapat atau dialami sebagai akibat kecelakaan.

8. Bencana
            > peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam atau manusia yang mengakibatkan korban atau penderitaan manusia.

Tujuan PPGD:
1.      Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat
2.      merujuk penderita gawat darurat
3.      menanggulangi korban bencana

Prinsip PPGD
            Keadaan yang mengancam jiwa atau kematian terjadi dalam waktu singkat (4 – 6 menit). Oleh karena itu keberhasilan PPGD dalam mencegah kematian atau kecacatan ditentukan oleh :
  1. kecepatan dalam menemukan penderita
  2. kecepatan dalam meminta bantuan
  3. kecepatan dan kualitas pertolongannya
Urutan pertolongan dalam PPGD adalah sbb:
  1. A : Airway with cervical control
  2. B : Breathing and ventilation
  3. C : Circulation with haemorrage control
  4. D : Disability on neurologic status
  5. E : Exsposure with temperature control

Karakteristik Ruang Gawat Darurat :
  1. Kondisi pasien tidak terprediksi
  2. jumlah pasien tidak terprediksi
  3. semua rentang umur dan semua kasus
  4. kecemasan tinggi
  5. tindakan life saving : cepat dan tepat
  6. ketergantungan antar profesi

Sistem Penanggulangan Penderita Gawat Darurat secara Terpadu (SPGDT)  
SPGDT mempunyai beberapa komponen / fase :
1. Fase deteksi:
            Pada fase ini dapat dideteksi:
Ø  dimanan sering terjadi kecelakaan lalu lintas
Ø  buruknya kualitas helm sepeda motor yang dipakai
Ø  jarangnya orang yang memakai safety belt
Ø  daerah kerja yang berbahaya
Ø  dll

2. Fase Supresi:
            Pada fase ini dapat dilakukan supresi :
Ø  perbaikan konstruksi jalan
Ø  pengetahuan peraturan lalu lintas
Ø  perbaikan kualitas helm
Ø  pengetahuan peraturan keselamatan kerja
Ø  dll

3. Fase Pra Rumah Sakit
            Keberhasilan PPGD pada fase ini tergantung dari beberapa komponen :
Ø  Akses dari masyarakat kedalam SPGDT
Ø  Komunikasi
Ø  Orang awam
Ø  Orang awam khusus

4. Fase rumah sakit :
Ø  Peningkatan kualitas UGD
Ø  Pemenuhan peralatan UGD
Ø  Kemampuan personel UGD (SDM)
Ø  Adanya koordinasi dalam penanggulangan gawat darurat atau bencana

Triage di Ruang Gawat Darurat
            Triage merupakan sistem seleksi penderita supaya mendapat perawatan medis yang tepat dan cepat sesuai prioritas kebutuhan medik penderita. Triage juga mencakup mengatur rujukan dan menentukan diagnosis pada sekelompok penderita maupun penderita tnnggal.

Tahapan triage
            Triage merupakan seleksi penderita berdasarkan :
a.       Problem yang ada pada penderita (Selection of problem)
b.      Problem pada jumlah penderita ( Selection of patient)

  1. Problem yang ada pada penderita
Kondisi pasien dan prioritas dibedakan berdasarkan 5 warna, yaitu:
1.      Putih : penderita yang mengalami gangguan pernafasan, kardiovaskuler dan tidakan resusitasi.
2.      Merah : Penderita yang memerlukan tindakan khusus/operatif atau yang memerlukan pemeriksaan penunjang khusus.
3.      Kuning : Penderita yang memerlukan tindakan bedah minor
4.      Hijau : Penderita yang tidak memerlukan tindakan yang serius dan cepat.
5.      Hitam : Penderita yang meninggal

  1. Problem pada jumlah penderita
Triage berprinsip pada banyaknya jumlah penderita yang diselamatkan, sehingga ada 2 kemungkinan yang terjadi:
1.      Bila musibah massal jumlah dan berat luka tidak melampui kemampuan RS, pertolongan yang diberikan sesuai dengan problem yang ada pada penderita (selection of problem / label warna)
2.      Bila musibah massal jumlah dan berat luka melebihi kemampuan RS, maka prioritas pertama adalah penderita yang mempunyai survival yang terbesar dengan tidak mengabaikan lebel warna.

Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Gawat Darurat Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Gawat Darurat

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |