Belajar Askep
.

Sunday, April 17, 2011

Browse » Home » » Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah

Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah

Bagikan Keteman Lewat:




BAB I
Pendahuluan
1.1    Latar Belakang
Berdasarkan Word Healt Organization (WHO) diseluruh dunia terdapat bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 juta jiwa pertahun. Kematian neonatus tersebut terjadi terutama di negara berkembang sebesar 99%, walaupun jumlahnya sangat besar tetapi tidak menarik perhatian karena kejadiannya terbesar sebenarnya kematian bayi mempunyai peluang yang besar untuk menghindari dengan meningkatkan kerjasama antara pemerintah, swasta dan bahan-bahan lainnya. (Manuaba, 1998).
Angka kejadian prematur di Indonesia sebesar 14% sampai dengan 38%, angka kematian bayi memang masih meningkat dan masih cukup tinggi yaitu 63 per 1.000 kelahiran hidup. (Sjahmien moehyi, 2008). Di Indonesia angka kematian ibu dan anak dengan kematian bayi masih tinggi.
Penyebab BBLR di negara berkembang meliputi defisiensi nutrisi, pertambahan berat badan yang rendah, tinggi badan yang rendah dan defisiensi micronutrien. Determinan etiologi yang lain meliputi umur ibu, malaria ibu, penyakit gastro intestinal, respiratory dan kebiasaan merokok. (Amiruddin, 2007).
           Data yang ada saat ini memperlihatkan bahwa status kesehatan anak di Indonesia masih merupakan masalah. Angka kematian bayi masih tinggi, yaitu sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup, angka kematian balita 58 per 1000, serta angka kematian ibu 307 per 1000 kelahiran idup. Faktor-faktor yang menyebabkan kematian perinatal antara lain, yaitu kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, asfiksis dan hipotermi (Amiruddin, 2007).
           Di tingkat Association South East Asian Nations (ASEAN) angka kelahiran bayi di Indonesia 35 per 1000 kelahiran hidup  yaitu hampir 5 kali ipat dibandingkan dengan Thailand dan 1,3 dibandingkan dengan Filiphina. (Depkes, 2004)
           Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2003 diketahui bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) di Sumatera Selatan turun menjadi30 per 1000 kelahiran hidup (Dinkes Propinsi Sumatera Selatan, 2005), sedangkan menurut Profil Kesehatan kota Palembang tahun 2006 diketahui bahwa angka kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada bayi sekitar 0,4% dari 112 bayi (Dinkes Kota Palembang, 2006).
           Menurut data dari bagian Rekam Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesi Palembang pada tahun 2004, bayi yang mengalami, BBLR sebesar 5,4% dari jumlah bayi yag masuk diruang bayi, kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2005, yaitu sebesar 12,04%. (Rekam Medik RSMH, 2007)
               Menurut Amiruddin (2007), faktor-faktor yang dapat menyebabkan kejadian BBLR pada bayi antara lain adalah umur ibu yang kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun dan paritas ibu yang terlalu tinggi sehingga jarak hamil dan persalinan terlalu dekat.
           Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk malakukan penelitian mengenai judul “Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009”.

1.2    Identifikasi Masalah
           Menurut Amiruddin (2007), faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR pada bayi antara lain adalah umur ibu yang kurang dari 20 tahun atau diatas 35 tahun, paritas tinggi sehinga jarak hamil dan bersalin terlalu dekat, status gizi ibu dan status sosial ekonomi yang rendah.
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan, maka masalah yang ingin diketahui adalah Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohamad Hoesin Palembang Tahun 2009.

1.3    Pembatasan Masalah
           Mengingat keterbatasan waktu, dana dan tenaga yang ada pada peneliti, maka penelitian ini dibatasi hanya untuk mengetahui Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.

1.4  Rumusan Masalah
1.4.1  Adakah hubungan Hubungan antara umur dan Paritas Ibu secara simultan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.
1.4.2  Adakah hubungan Hubungan antara umur secara parsial dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.
1.4.3  Adakah hubungan Hubungan antara Paritas secara parsial dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.
           1.5        Tujuan Penelitian
1.5.1        Tujuan Umum
Ingin mengetahui Hubungan antara umur dan Paritas Ibu secara simultan dan parsial dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.
1.5.2        Tujuan Khusus
1.      Ingin mengetahui Hubungan antara umur dan Paritas Ibu secara parsial dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.
2.      Ingin mengetahui Hubungan antara umur dan Paritas Ibu secara simultan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah  di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.

1.6    Manfaat Penelitian
         1.6.1    Bagi Tenaga Kesehatan/petugas Kesehatan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya-upaya penyuluhan dalam penanganan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
1.6.2      Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kepustakaan dan pengetahuan yang berguna bagi mahasiswa, khususnya pada mahasiswa Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Kader Bangsa Palembang
1.6.3        Bagi Peneliti
Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan penelitian sekaligus sebagai media dalam mengemukakan pendapat secara objektif tentang faktor-faktor Berat Badan Lahir Rendah  (BBLR) di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009.
Menginginkan BaB selanjutnya silahkan Download KlikkDisini

Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Hubungan antara umur dan Paritas Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |