Belajar Askep
.

Friday, May 06, 2011

Browse » Home » , » Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Bagikan Keteman Lewat:




Definisi
BBLR merupakan Bayi Prematur Sedang (33-38 minggu) atau (1500-2500) dapat mempunyai masalah segera setelah lahir. Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan dibawah 37 minggu BBLR dibedakan atas berat lahir sangat rendah (BLSR), yaitu < 1500 gram, dan berat lahir amat sangat rendah (BLASR), yaitu bila < 1000 gram.
Bayi premature sedang (33-38 minggu) atau BBLR (1500 – 2500 gram) dapat mempunyai masalah segera setelah lahir .

Epidemiologi
Frekuensi BBLR di negara berkembang berkisar antara 10 – 43 %. Rasio antara negara maju dan berkembang adalah 1 : 4

Klasifikasi
Berdasarkan atas timbulnya bermacam-macam problematik pada derajat prematuritas maka bayi dapat digolongkan dalam 3 kelompok. Bayi yang sangat prematur (extremely premature) : 24 – 30 minggu . masih sangat sukar hidup terutama di negara belum atau sedang berkembang. Bayi prematur sedang (moderately premature) : 31 – 36 minggu. Dengan pengelolaan yang benar-benar intensif pada golongan ini kesanggupan untuk hidup jauh lebih baik dari golongan pertama.
Borderline premature : masa gestasi 37 – 38 minggu. Bayi ini mempunyai sifat-sifat prematur dan matur. Biasanya beratnya seperti bayi matur dan dikelola seperti bayi matur, akan tetapi sering timbul problematik seperti bayi prematur seperti sindroma gangguan pernafasan, hiperbilirubinemia, daya isap yang lemah, dsb.

Faktor predisposisi terjadinya kelahiran prematur :
1. Faktor ibu : riwayat kelahiran prematur sebelumnya, perdarahan antepartum, malnutrisi, kelainan uterus, hidramnion, penyakit jantung/ penyakit kronis lainnya, hipertensi, umur ibu <> 35 tahun, jarak dua kehamilan yang terlalu dekat, infeksi, trauma, dll.
Pemeriksaan antropometrik dapat digunakan untuk menentukan status gizi ibu hamil misalnya dengan cara mengukur berat badan sebelum hamil, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar lengan atas (LILA). Penilaian yang lebih baik untuk menilai status gizi ibu hamil yaitu dengan pengukuran LILA, karena pada wanita hamil dengan malnutrisi (gizi kurang atau lebih) kadang-kadang menunjukkan udem tetapi ini jarang mengenai lengan atas.
Terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir dengan status gizi ibu hamil berdasarkan ukuran lingkar lengan atas, dimana ibu dengan LILA < 23.5 cm melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih rendah dibanding ibu dengan LILA e” 23.5 cm tetapi tidak selalu BBLR.
2. Faktor janin : cacat bawaan, kehamilan ganda, hidramnion, ketuban pecah dini.
3. Keadaan sosial ekonomi yang rendah.
4. Kebiasaan : pekerjaan yang melelahkan, merokok.
5. Tidak diketahui.

Gejala klinik
Alat tubuh bayi prematur belum berfungsi seperti bayi matur, oleh sebab itu akan mengalami lebih banyak kesulitan untuk hidup diluar uterus ibunya. Karakteristik untuk bayi prematur adalah berat lahir < 2500 gram, panjang badan < 45 cm, umur kehamilan < 37 minggu. Kepala relatif lebih besar dari badannya, kulit tipis, transparan, lanugonya banyak, lemak subkutan kurang, sering tampak peristaltik usus. Tangisnya lemah dan jarang, pernafasan tidak teratur dan sering timbul apnea.

Differential Diagnosa
1.    Masa kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat yang sesuai (masa kehamilan dihitung dari HPHT dari haid yang teratur).
2.    Bayi small for gestational age (SGA), bayi yang beratnya kurang dari berat semestinya menurut masa kehamilannya (kecil untuk masa kehamilan = KMK)
3.    Kedua-duanya (1 + 2)
Bayi dengan SGA (small for gestational age) / KMK (kecil untuk masa kehamilan dianggap lebih kuat dan lebih matur dibandingkan dengan AGA (apropriate for gestational age) / SMK (sesuai untuk masa kehamilan). Hal ini dimungkinkan terjadi karena pada studi terdahulu pembandingan SGA dan AGA hanya berdasarkan berat badan yang sama. Bayi dengan berat lahir sangat rendah (BBLSR) < 1500 gram hampir seluruhnya dalam keadaan pre-term, namun bisa saja masuk dalam SGA maupun AGA.

Prognosa
Tergantung dari berat ringannya masalah perinatal, keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan saat kehamilan, persaliana, dan post natal.

Penatalaksanaan
Karena belum sempurnanya kerja alat-alat tubuh maka yang perlu diperhatikan untuk pertumbuhan dan perkembangan dan penyesuain diri dengan lingkungan hidup di luar uterus maka perlu diperhatikan pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan dan bila perlu pemberian oksigen, mencegah infeksi serta mencegah kekurangan vitamin dan zat besiTkhns:
Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |