Belajar Askep
.

Friday, February 10, 2012

Browse » Home » » Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Ansietas

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Ansietas

Bagikan Keteman Lewat:



Share    Pengertian Ansietas
  • Ketakutan/kekuatiran pada sesuatu yang tdk jelas dan berhubungan dengan perasaan tidak menentu dan tak berdaya (helplessness).
  • Perasaan isolasi, terasing, dan terancam mungkin dialami.
  • Individu mempersepsikan kepribadiannya terancam.
  • Manusia muali merasakan sejak bayi
  • Berhenti kalau mati.
Karakteristik Ansietas
  • Mpk emosi dan bersifat subyektif.
  • Sumber tdk jelas (takut ~ sumber jelas).
  • Bisa ditularkan
  • Terjadi akibat adanya ancaman pada harga diri, identitas diri.
  • Perlu adanya keseimbangan antara keberanian dan kecemasan
Tingkat Ansietas
  1. Ansietas ringan: pd kehidupan sehari-hari. Individu sadar. Lahan persepsi meningkat (mendengar, melihat, meraba lebih dari sebelumnya). Perlu untuk memotivasi belajar, pertumbuhan, dan kreativitas.
  2. Ansietas sedang: lahan persepsi menyempit (melihat, mendengar, meraba menurun dpd sblmnya). Fokus pd perhatian segera.
  3. Ansietas berat: lahan persepsi sangat sempit, hanya bisa memusatkan perhatian pd yg detil, tdk yg lain. Semua perilaku ditujukan untuk menurunkan ansietas.
  4. Panik: hilang kontrol, hanya bisa menurut perintah
Panik
  • Hilang kontrol
    Tak bisa melakukan sesuatu tanpa perintah atau arahan.
  • Disorganisasi kepribadian.
  • Meningkatnya aktivitas motorik
  • Menurunnya kemampuan menghubung-hubungkan.
  • Distrosi persepsi
  • Hilangnya pikiran rasional
  • Hilangnya komunikasi dan fungsi efektif.
  • Bila berlangsung berkepanjangan menyebabkan exhaustion ~ kematian
Rentang Respon Ansietas
---------------

Pengkajian
  • Faktor Predisposisi
  • Faktor Presipitasi
  • Mekanisme Koping
  • Perilaku
Faktor Predisposisi
  1. Teori Psikoanalisa: ansietas mpk konflik elemen kepribadian id dan super ego (dorongan insting dan hati nurani). Ansietas mengingatkan ego akan adanya bahaya yg perlu diatasi.
  2. Teori interpersonal: ansietas terjadi krn ketakutan penolakan dlm hub interpersonal. Dihubungkan dg trauma masa pertumbuhan (kehilangan, perpisahan) yg menyebabkan ketdkberdayaan). Idv yg harga diri rendah mudah mengalami ansietas.
  3. Teori perilaku; ansitas timbul sbg akibat frustrasi yg disebabkan oleh sesutu yg mengganggu pencapaian tujuan. Mrpk dorongan yg dipelajari utk menghindari rasa sakit/nyeri. Ansietas meningkat jika ada konflik (konflik ~ ansietas ~ helplessness)
  4. Kondisi keluarga: ansietas dpt timbul secara nyata dlm keluarga. Ada overlaps gg ansietas dan depresi.
  5. Keadaan biologis: dpt dipengaruhi dan mempengaruhi ansietas. Ansietas terjadi akibat GABA >>. Ansietas dpt memperburuk penyakit (hipertensi, jantung, peptic ulcers). Kelelahan mengakibatkan idv mudah terangsang dan merasa ansietas.
  6. Ancaman integritas fisik: ketidakmampuan fisiologis dan menurunnya kemampuan melaksanakan ADL.
  7. Ancaman thd sistem “diri”; mengancam identitas, harga diri, integrasi sosial. Mis: phk, kesulitan peran baru.
  8. Gabungan: penyebab timbulnya ansietas gabungan dr genetik, perkembangan, stresor fisik, stresor psikososial.
Perilaku
  1. Ansietas dpt diekspresikan lgs melalui perubahan fisiologis dan perilaku scr tdk lgs melalui timbulnya gejala/mekanisme koping utk mempertahankan diri dari ansietas.
  2. Respon fisiologis dpt terjadi pd sistem kardiovaskuler, pernafasan, meuromuskuler, GI, perkemihan, dan kulit
  3. Perilaku: motorik, afektif, kognitif
Efek fisiolsogis ansietas
  • Kardiovaskuler: palpitasi, berdebar-debar, TD Meningkat, pinsan, TD menurun, N menurun.
  • Pernafasan: P, nafas pendek, dada sesak, nafas dangkal, rasa tercekik, terengah-engah.
  • Neuromuskuler: --> refeks, terkejut, mata berkedip-kedip, insomnia, tremor, kaku-kaku, gelisah, wajah tegang, kelemahan umum, gerakan lambat, kaki goyah.
Efek fisiologis ansietas
  • Gastrointestinal:
    • Hilang nafsu makan, menolak makan, abdomen tdk nyaman, nyeri abdomen, mual, perih, diare.
  • Sistem perkemihan:
    • Tekanan utk b.a.k., sering b.a.k.
  • Kulit:
    • Wajah kemerahan, keringat lokal, gatal-gatal, rasa panas dingin, wajah pucat, berkeringat seluruh tubuh.
Respon Perilaku
  • Motorik:
    • Gelisah, ketegangan fisik, tremor, sering kaget, bicara cepat, kurang koordinasi, cenderung celaka, menarik diri, menghindar, menahan diri, hiperventilasi.
  • Kognitif:
    • Gg perhatian, tak bisa konsentrasi, pelupa, salah tafsir, pikiran blocking, menurunnya lahan persepsi, bingung, kesadaran diri berlebihan, waspada berlebihan, hilangnya obyektivitas, takut hilang kontrol, takut luka/mati.
  • Afektif:
    • Tdk sabar, tegang, nervous, takut berlebihan, teror, gugup, sangat gelisah.
Mekanisme Koping
  1. Task Oriented (orientasi pd tugas)
    • Dipirkan utk memecahkan masalah, konflik, memenuhi kebutuhan.
    • Realistis memenuhi tuntutan situasi stres
    • Disadari dan berorientasi pd tindakan
    • Berupa reaksi: melawan (mengatasi rintangan utk memuaskan kebutuhan), menarik diri (menghilangkan sumber ancaman fisik atau psikologis), kompromi (mengubah cara, tujuan utk memuaskan kebutuhan)
  2. Ego oriented:
    • Task oriented tdk selalu berhasil
    • Melindungi “self”
    • Berguna pd ansietas ringan ~ sedang
    • Melindungi dr perasaan inadequacy dan buruk
    • Berupa penggunaan mekanisme pertahanan diri (defens mechanism)
Defens Mechanism
  • Kompensasi
  • Denial
  • Displacement
  • Disosiasi
  • Identifikasi
  • Intelektualisasi
  • Introyeksi
  • Isolasi
  • Proyeksi
  • Rasionalisasi
  • Reaksi formasi
  • Regresi
Diagnosis Keperawatan
Menurut NANDA:
  • Ansietas
  • Koping individu tidak efektif
  • Takut
    Contoh dx lengkap:
    • Ansietas berat b.d. konflik seksual ditandai dg mencuci tangan berulang-ulang, pikiran kotor dan adanya kuman yg sering timbul.
    • Ansietas sedang b.d. prestasi sekolah yg buruk dimanifestasikan dg denial dan rasionalisasi yg berlebihan.
    • Koping individu tak efektif b.d. kematian anak, dimanifestasikan dg ketdkmampuan mengingat kembali peristiwa kecelakaan.
Tujuan
  • Menurunkan tingkat kecemasan klien.
    Mendukung dan melindungi klien
Tindakan Keperawatan pd Ansietas Berat - Panik
Tujuan: memberi dukungan, melindungi, dan menurunkan tingkat ansietas pada tkt sedang atau ringan.
  • Bina hubungan saling percaya dan terbuka: dengarkan keluhan, dukung utk menceritakan perasaan, jawab pertanyaan scr lags, menerima tanpa pamrih, hargai pribadi klien.
  • Sadari dan kontrol perasaan diri perawat: bersikap terbuka sesuai perasaan, terima perasaan positif maupun negatif termasuk perkembangan ansietas, menggali penyebab ansietas, pahami perasaan diri secara terapeutik.
  • Yakinkan klien ttg manfaat mekanisme koping yg bersifat melindungi dan tdk memfokuskan diri pd perilaku maladaptif: terima dan dukung klien; tdk menentang klien; nyatakan perawat bisa memahami rasa sakit tetapi tdk memfokuskan pada rasa tersebut; beri umpan balik thd perilaku, stresor, dampak stresor dan sumber koping; dukung ide keh fisik berhub dg kesehatan mental; batasi perilaku maladaptif dg cara suportif.
  • Identifikasi dan mencoba menurunkan situasi yg menimbulkan ansietas: sikap tenang; lingkungan tenang; batasi kontak dg klien lain; identifikasi dan modifikasi hal yg menimbulkan cemas; terapi fisik: mandi air hangat, pijat
  • Anjurkan melakukan aktivitas di luar yg menarik; share aktivitas yg sering dilakukan; latihan fisik; buat rencana harian; libatkan keluarga dan support system.
  • Tingkatkan kesehatan fisik: beri obat-obatan yg meningkatkan rasa nyaman; observasi efek samping obat dan beri pendidikan kesehatan yang sesuai.
Tindakan Keperawatan pd Ansietas Sedang
  1. Bina hubungan saling percaya:
    • Dengar dengan hangat dan responsif
    • Beri waktu kepada klien untuk berespon
    • Beri dukungan utk ekspresi diri.
  2. Perawat menyadari dan mengenal ansietasnya sendiri:
    • Kenali perasaan diri
    • Kenali sikap dan perilaku perawat yg berdampak negatif pd klien
    • Bersama klien menggali perilaku dan respon shg dapt belajar dan berkembang
  3. Bantu klien mengenal ansietasnya:
    • Bantu klien mengekspresikan perasaan.
    • Bantu klien menghubungkan perilaku dg perasaan klien.
    • Memvalidasi kesimpulan dan asumsi.
    • Pertanyaan terbuka.
  4. Memperluas kesadaran berkembangnya ansietas:
    • Bantu klien menhubungkan situasi dan interaksi yg menimbulkan ansietas.
    • Bantu klien meninjau kembali penilaian klien thd stresor yg dirasa mengancam dan menimbulkan konflik.
    • Mengaitkan pengalaman saat ini dg pengalaman masa lalu
  5. Bantu klien mempelajari koping yg baru
    • Menggali pengalaman klien menghadapi ansietas sebelumnya.
    • Tunjukkan akibat negatif koping yg saat ini.
    • Dorong klien untuk mencoba koping adaptif yg lalu
    • Memusatkan tanggung jawab perubahan pada klien
    • Terima peran aktif klien. Mengaitkan hubungan sebab-akibat keadaan ansietasnya.
    • Bantu klien menyusun kembali tujuan memodifikasi perilaku
    • Anjurkan penggunaan koping yg baru
    • Didik klien untuk memakai ansietas ringan untuk pertumbuhan diri.
    • Dorong aktivitas fisik untuk menyalurkan energi
    • Mengerahkan dukungan sosial ~ koping adaptif diterapkan oleh klien. 

Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini
Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Ansietas Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Ansietas

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |