Belajar Askep
.

Sunday, April 15, 2012

Browse » Home » » BAYI PREMATUR

BAYI PREMATUR

Bagikan Keteman Lewat:



Definisi :
Bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37 minggu atau kurang saat kelahiran disebut dengan bayi prematur. Walaupun kecil, bayi prematur ukurannya sesuai dengan masa kehamilan tetapi perkembangan intrauterin yang belum sempurna dapat menimbulkan komplikasi pada saat post natal. Bayi baru lahir yang mempunyai berat 2500 gram atau kurang dengan umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut dengan kecil masa kehamilan, ini berbeda dengan prematur, walaupun 75% dari neonatus yang mempunyai berat dibawah 2500 gram lahir prematur.

Problem klinis terjadi lebih sering pada bayi prematur dibandingkan dengan pada bayi lahir normal. Prematuritas menimbulkan imaturitas perkembangan dan fungsi sistem, membatasi kemampuan bayi untuk melakukan koping terhadap masalah penyakit.

Masalah yang umum terjadi diantaranya respiratory disstres syndrom (RDS), enterocolitis nekrotik, hiperbilirubinemia, hypoglikemia, thermoregulation, patetnt duktus arteriosus (PDA), edema paru, perdarahan intraventrikular. Stressor tambahan lain pada infant dan orangtua meliputi hospitalisasi untuk penyakit pada bayi. Respon orangtua dan mekanisme koping mereka dapat menimbulkan gangguan pada hubungan antar mereka. Diperlukan perencanaan dan tindakan yang adekuat untuk permasalahn tersebut.

Bayi prematur dapat bertahan hidup tergantung pada berat badannya, umur kehamilan, dan penyakit atau abnormalitas. Prematur menyumbangkan 75% - 80% angka kesakitan dan kematian neonatus.

Etiologi dan faktor presipitasi:
Permasalahan pada ibu saat kehamilan :
            Penyakit/kelainan  seperti hipertensi, toxemia, placenta previa, abruptio placenta, incompetence cervical, janin kembar, malnutrisi dan diabetes mellitus.
            Tingkat sosial ekonomi yang rendah dan prenatal care yang tidak adekuat
            Persalinan sebelum waktunya atau induced aborsi
            Penyalahgunaan konsumsi pada ibu seperti obat-obatan terlarang, alkohol, merokok dan caffeine


Pengkajian
            Riwayat kehamilan
            Umur ibu dibawah 16 tahun dengan latar belakang pendidikan rendah
            Kehamilan kembar
            Status sosial ekonomi, prenatal care tidak adekuat, nutrisi buruk
            Kemungkinan penyakit genetik
            Riwayat melahirkan prematur
            Infeksi seperti TORCH, penyakit menular seksual dan lain sebagainya
            Kondisi seperti toksemia, prematur rupture membran, abruptio placenta dan prolaps umbilikus
            Penyalahgunaaan obat, merokok, konsumsi kafeine dan alkohol
            Golongan darah, faktor Rh, amniocentesis.

            Status bayi baru lahir
            Umur kehamilan antara 24 – 37 minggu, berat badan lahir rendah atau besar masa kehamilan
            Berat badan dibawah 2500 gram
            Kurus, lemak subkutan minimal
            Adanya kelainan fisik yang terlihat
            APGAR skore 1 – 5 menit : 0 – 3 mengindikasikan distress berat, 4 – 6 menunjukkan disstres sedang dan 7 – 10 merupakan nilai normal.

            Kardiovaskular
            Denyut jantung 120 – 160 x per menit pada sisi apikal dengan irama teratur
            Saat kelahiran, terdengar murmur

            Gastrointestinal
            Protruding abdomen
            Keluaran mekonium setelah 12 jam
            Kelemahan menghisap dan penurunan refleks
            Pastikan anus tanpa/dengan abnormalitas kongenital

            Integumen
            Cyanosis, jaundice, mottling, kemerahan, atau kulit berwarna kuning
            Verniks caseosa sedikit dengan rambut lanugo di seluruh tubuh
            Kurus
            Edema general atau lokal
            Kuku pendek
            Kadang-kadang terdapat petechie atau ekimosis

            Muskuloskeletal
            Cartilago pada telinga belum sempurna
            Tengkorak lunak
            Keadaan rileks, inaktive atau lethargi

            Neurologik
            Refleks dan pergerakan pada test neurologik tanpa resistansi
            Reflek menghisap, swalowing, gag reflek serta reflek batuk lemah atau tidak efektif
            Tidak ada atau minimalnya tanda neurologik
            Mata masih tertutup pada bayi dengan umur kehamilan 25 – 26 minggu
            Suhu tubuh yang tidak stabil : biasanya hipotermik

            Pulmonary
            Respiratory rate antara 40 – 60 x/menit dengan periode apnea
            Respirasi irreguler dengan nasal flaring, grunting dan retraksi (interkostal, suprasternal, substrenal)
            Terdengar crakles pada auskultasi

            Renal
            Berkemih terjadi 8 jam setelah lahir
            Kemungkinan ketidakmampuan mengekresikan sulution dalam urine

            Reproduksi
            Perempuan : labia mayora belum menutupi klitoris sehingga tampak menonjol
            Laki-laki : testis belum turun secara sempurna ke kantong skrotum, mungkin terdapat inguinal hernia.

            Data penunjang
            X-ray pada dada dan organ lain untuk menentukan adanya abnormalitas
            Ultrasonografi untuk mendeteksi kelainan organ
            Stick glukosa untuk menentukan penurunan kadar glukosa
            Kadar kalsium serum, penurunan kadar berarti terjadi hipokalsemia
            Kadar bilirubin untuk mengidentifikasi peningkatan (karena pada prematur lebih peka terhadap hiperbilirubinemia)
            Kadar elektrolit, analisa gas darah, golongan darah, kultur darah, urinalisis, analisis feses dan lain sebagainya.

Diagnosa keperawatan
Dx. 1. Resiko tinggi disstres pernafasan berhubungan dengan immaturitas paru dengan penurunan produksi surfactan yang menyebabkan hipoksemia dan acidosis

Tujuan : Mempertahankan dan memaksimalkan fungsi paru

Tindakan :
            Kaji data fokus pada kemungkinan disstres pernafasan yaitu :
            Riwayat penyalahgunaan obat pada ibu atau kondisi abnormal selama kehamilan dan persalinan
            Kondisi bayi baru lahir : APGAR score, kebutuhan resusitasi
            Respiratory rate, kedalaman, takipnea
            Pernafasan grunting, nasal flaring, retraksi dengan penggunaan otot bantu pernafasan (intercostal, suprasternal, atau substernal)
            Cyanosis, penurunan suara nafas
            Kaji episode apneu yang terjadi lebih dari 20 detik, kaji keadaan berikut :
            Bradykardi
            Lethargy, posisi dan aktivitas sebelum, selama dan setelah episode apnea (sebagai contoh saat tidur atau minum ASI)
            Distensi abdomen
            Suhu tubuh dan mottling
            Kebutuhan stimulasi
            Episode dan durasi apnea
            Penyebab apnea, seperti stress karena dingin, sepsis, kegagalan pernafasan.
            Berikan dan monitor support respiratory sebagai berikut :
            Berikan oksigen sesuai indikasi
            Lakukan suction secara hati-hati dan tidak lebih dari 5 detik
            Pertahankan suhu lingkungan yang normal
            Monitor hasil pemeriksaan analisa gas darah untuk mengetahui terjadinya acidosis metabolik
            Berikan oabt-obat sesuai permintaan dokter seperti theophylin IV. Monitor kadar gula darah setiap 1 – 2 hari.

Dx. 2. Resiko hipotermia atau hipertermia berhubungan dengan prematuritas atau perubahan suhu lingkungan

Tujuan : Mempertahankan suhu lingkungan normal

Tindakan :
            Pertahankan suhu ruang perawatan pada 25 C
            Kaji suhu rectal bayi dan suhu aksila setiap 2 jam atau bila perlu
            Tempatkan bayi di bawah pemanas atau inkubator sesuai indikasi
            Hindarkan meletakkan bayi dekat dengan sumber panas atau dingin
            Kaji status infant yang menunjukkan stress dingin

Dx. 3. Defiensi nutrisi berhubungan dengan tidak adekuatnya cadangan glikogen, zat besi, dan kalsium dan kehilangan cadangan glikogen karena metabolisme rate yang tinggi, tidak adekuatnya intake kalori, serta kehilangan kalori.

Tujuan : meningkatkan dan mempertahankan intake kalori yang adekuat pada bayi

Tindakan :
            Kaji refleks hisap dan reflek gag pada bayi. Mulai oral feeding saat kondisi bayi stabil dan respirasi terkontrol
            Kaji dan kalkulasikan kebutuhan kalori bayi
            Mulai breast feeding atau bottle feeding 2 – 6 jam setelah lahir. Mulai dengan 3 – 5 ml setiap kali setiap 3 jam. Tingkatkan asupan bila memungkinkan.
            Timbang berat badan bayi setiap hari, bandingkan berat badan dengan intake kalori untuk menentukan pemabatasan atau peningkatan intake
            Berikan infus dextrose 10% jika bayi tidak mampu minum secara oral
            Berikan TPN dan intralipid jika dibutuhkan
            Monitor kadar gula darah

Dx. 4. Ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan imaturitas, radiasi lingkungan, efek fototherapy atau kehilangan melalui kulit atau paru.

Tujuan : Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

Tindakan :
            Kaji dan hitung kebutuhan cairan bayi
            Berikan cairan 150 – 180 ml/kg berat badan dan 200 ml/kg berat badan jika dibutuhkan.
            Timbang berat badan bayi setiap hari
            Monitor dan catat intake dan output setiap hari, bandingkan jumlahnya untuk menentukan status ketidakseimbangan.
            Test urine : spesifik gravity dan glikosuria
            Pertahankan suhu lingkungan normal
            Kaji tanda-tanda peningkatan kebutuhan cairan :
            Peningkatan suhu tubuh
            Hipovolemik shock dengan penurunan tejanan darah dan peningkatan denut jantung, melemahnya denyut nadi, tangan teraba dingin serta motling pada kulit.
            Sepsis
            Aspiksia dan hipoksia
            Monitor potassium, sodium dan kadar chloride. Ganti cairan dan elektrolit dengan dextrose 10% bila perlu.

Dx. 5. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan imaturitas imunologik bayi dan kemungkinan infeksi dari ibu atau tenaga medis/perawat

Tujuan : Infeksi dapat dicegah

Tindakan :
            Kaji fluktuasi suhu tubuh, lethargy, apnea, iritabilitas dan jaundice
            Review riwayat ibu, kondisi bayi saat lahir, dan epidemi infeksi di ruang perawatan
            Amati sampel darah dan drainase
            Lakukan pemeriksaan CBC dengan hitung leukosit, platelets, dan imunoglubolin
            Berikan lingkungan yang melindungi bayi dari infekasi :
            Lakukan cuci tangan sebelum menyentuh bayi
            Ikuti protokol isolasi bayi
            Lakukan tehnik steril saat melakukan prosedur pada bayi


Dx. 6. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan rapuh dan imaturitas kulit

Tujuan : Mempertahankan integritas kulit

Tindakan :
            Kaji kulit bayi terhadap kemerahan, iritasi, rashes, dan lesi serta keadaan pada area kulit yang tertekan.
            Kaji tempat-tempat prosedur invasif pada bayi
            Berikan perawatan kulit setiap hari. Lindungi kulit bayi dari kontak dengan agen pembersih atau plester.

Dx. 7. Gangguan sensori persepsi : visual, auditory, kinestehetik, gustatory, taktil dan olfaktory berhubungan dengan stimulasi yang kurang atau berlebihan pada lingkungan intensive care

Tujuan : Mempertahankan stimulasi sensori yang optimal tanpa berlebihan

Tindakan :
            Kaji kemampuan bayi memberikan respon terhadap stimulus. Observasi :
            Deficit neurologik
            Kurangnya perhatian bayi terhadap stimulus
            Tidak ada respon terhadap suara, kontak mata atau tidak adanya refleks normal
            Efek obat terhadap perkembangan bayi
            Berikan stimulasi visual :
            Arahkan cahaya lampu pada bayi
            Ayunkan benda didepan mata bayi
            Letakkan bayi pada posisi yang memungkinkan untuk kontak mata : tegakkan bayi
            Berikan stimulasi auditory :
            Bicara pada bayi, lakukan dengan tekanan suara rendah dan jelas
            Panggil bayi dengan namanya, bicara pada bayi saat memberikan perawatan
            Bernyanyi, mainkan musik tape recorder atau hidupkan radio
            Hindari suara bising di sekitar bayi
            Berikan stimulasi tactile :
            Peluk bayi dengan penuh kasih sayang
            Berikan kesempatan pada bayi untuk menghisap
            Sentuh bayi dengan benda lembut seperti saputangan atau kapas
            Berikan perubahan posisi secara teratur
            Berikan stimulasi gustatory dengan mendekatkan hidung bayi ke payudara ibu atau ASI yang ditampung.
            Berikan periode istirahat dan tidur yang cukup.

Dx. 8. Deficit pengetahuan (keluarga) tentang perawatan infant yang sakit di rumah

Tujuan :
            Informasikan orangtua dan keluarga tentang :
            Proses penyakit
            Prosedur perawatan
            Tanda dan gejala problem respirasi
            Perawatan lanjutan dan therapy
            Ajarkan orangtua dan keluarga tentang treatment pada anak :
            Therapy home oksigen
            Ventilasi mekanik
            Fisiotherapi dada
            Therapy obat
            Therapy cairan dan nutrisi
            Berikan kesempatan pada keluarga mendemontrasikan perawatan pada bayinya
            Anjurkan keluarga terlibat pada perawatan bayi
            Ajarkan keluarga dan orangtua bagaimana menyeimbangkan istirahat dan tidur dan bagaimana menilai toleransi bayi terhadap aktivitas.

DAFTAR  PUSTAKA

Markum, A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid I, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1991

Melson, Kathryn A & Marie S. Jaffe, Maternal Infant Health Care Planning, Second Edition, Springhouse Corporation, Springhouse Pennsylvania, 1994

Wong, Donna L., Wong & Whaley’s Clinical Manual of Pediatric Nursing, Fourth Edition, Mosby-Year Book Inc., St. Louis Missouri, 1990

Doenges, Marilyn E., Maternal/Newborn Care Plans : Guidelines for Client Care, F.A. Davis Company, Philadelphia, 1988


Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini
Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: BAYI PREMATUR Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk BAYI PREMATUR

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |