Belajar Askep
.

Saturday, April 21, 2012

Browse » Home » » Sejarah “RADEN AJENG KARTINI”

Sejarah “RADEN AJENG KARTINI”

Bagikan Keteman Lewat:



Sebelum Kita Mengetahui tentang sejarah kartini, Sudahkan sobat mengucapkan selamat kepada para kartini pada hari ini, jika belum lihat kata-kata ucapanya disini. kembali kesejarah kita mengenang lagu yang sering kita lantunkan semasa kita masih di duduk di sekolah dasar. Masih ingatkan, sama lagu berikut ini ?!! ^_^ 
Ibu Kita Kartini
Lagu W. R. Supratman
Ibu kita Kartini - Putri sejati - Putri Indonesia - Harum namanya
Ibu kita Kartini - Pendekar bangsa - Pendekar kaumnya - Untuk merdeka
 

Wahai ibu kita Kartini - Putri yang mulia - Sungguh besar cita-citanya - Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini - Putri jauhari - Putri yang berjasa - Se Indonesia
Ibu kita Kartini - Putri yang suci - Putri yang merdeka - Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini - Putri yang mulia - Sungguh besar cita-citanya - Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini - Pendekar bangsa - Pendeka kaum ibu - Se-Indonesia
Ibu kita Kartini - Penyuluh budi - Penyuluh bangsanya - Karena cintanya
Wahai ibu kita Kartini - Putri yang mulia - Sungguh besar cita-citanya - Bagi Indonesia.


Dan ini lagu band tentang IBU
Doa Untuk Ibu 
Lagu Ungu

Kau memberikanku hidup -Kau memberikanku kasih sayang - Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu - Takkan pernah terbalaskan

Hangat dalam dekapanmu -Memberikan aku kedamaian -Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu - Takkan pernah terlupakan

Reff:
Oh ibu terima kasih - Untuk kasih sayang yang tak pernah usai -Tulus cintamu takkan mampu -Untuk terbalaskan

Oh ibu semoga tuhan -Memberikan kedamaian dalam hidupmu - Putih kasihmu kan abadi
Dalam hidupku - Ooohh putih kasihmu kan abadi


IBU

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh - Lewati rintang untuk aku anakmu - Ibuku sayang masih terus berjalan - Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan - Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu - Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku - Dengan apa membalas…ibu…ibu…



Hari Kartini, begitulah kebanyakan dari kita menyebutnya. Hari yang biasanya diperingati oleh kebanyakan kaum perempuan. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setelah Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April merupakan tanggal dimana memperingati Hari Kartini.

Menjelang tanggal 21 April hari ini yang tentunya akan kita peringati bersama ini, saya berinisiatif dan hanya ingin berbagi tentang riwayat dari seorang Raden Ajeng Kartini. Memang ini bukan tulisan original, maklum saya bukanah seorang sejarawan, hehe tapi saya yakin ini akan memberi manfaat bagi anda. Oke langsung saja nih tulisannya !

Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara pada waktu itu, yaitu Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.

Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak berdiri kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.

Raden Ajeng Kartini yang telah meningkat dewasa pada waktu itu, tidak dapat melihat kenyataan ini meskipun beliau dilahirkan didalam lingkungan ditengah-tengah kebangsawanan atau keningratan yang pada waktu itu mempunyai taraf kehidupan sosial yang sangat berbeda dengan masyarakat banyak yang hidup didalam lingkungan kehidupan adat yang sangat mengekang kebebasan tetapi beliau tidak segan-segan turun kebawah bergaul dengan masyarakat biasa, untuk mengembangkan ide dan cita-citanya yang hendak merombak status sosial kaum wanita, dan cara-cara kehidupan dalam masyarakat dengan semboyan :“Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti halnya kaum laki-laki”.

Dengan melanggar segala aturan-aturan adat pada saat itu, Raden Ajeng Kartini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya yang setara dengan pendidikan kaum penjajah belanda pada waktu itu, beliau sempat mempelajari kegiatan-kegiatan kewanitaan lainnya.

Dengan pengetahuan serta pengalaman yang didapatnya, Raden Ajeng Kartini secara berangsur-angsur dan setahap demi setahap tapi pasti berusaha menambah kehidupan yang layak bagi seorang kaum wanita.

Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.

Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.

Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menampakkan kaum wanita ditempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.

Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan dalam bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.

Demikianlah pengungkapan kembali sejarah perjuangan Raden Ajeng Kartini, semoga peringatan kali ini membawa manfaat dan membulatkan tekad kita bersama dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini, dan kita dapat memetik buahnya serta butir-butir perjuangan beliau demi kelanjutan perjuangan bangsa indonesia umumnya dan perjuangan wanita khususnya.

saya hanya ingin sekedar berbagi pengetahuan saja. apalagi bertepatan dengan memperingati Hari Kartini pada hari ini, pada tanggal 21 April 2012.

Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini
Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Sejarah “RADEN AJENG KARTINI” Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Sejarah “RADEN AJENG KARTINI”

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |