Belajar Askep
.

Monday, May 21, 2012

Browse » Home » » Komunikasi Therapeutik

Komunikasi Therapeutik

Bagikan Keteman Lewat:



Pengertian
Komunikasi therapeutik adalah komunikasi ditujukan untuk mengubah perilaku klien dalam pencapai tingkat kesehatan yang optimal. (Stuart. G.W. 1998).

Komunikasi therapeutik adalah kemampuan atua keterampilan perawat untuk membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. (Northhouse, 1998).

Tujuan
Tujuan komunikasi therapeutik adalah :
  1. Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan penghormatan diri.
  2. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superfisial dan akan saling bergantung dengan orang lain.
  3. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan yang realistis.
  4. Identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.
Prinsip
Prinsip komunikasi therapeutik yaitu :
  1. Hubungan perawat dengan klien adalah hubungan therapeutik yang saling menguntungkan.
  2. Perawat harus menghargai keunikan klien.
  3. Semua komunikasi yang dilakukan harus dapat menajga harga diri pemberi maupun penerma pesan, dalam hal ini perawat harus mampu menjaga harga dirinya dan harga diri klien.
  4. Komunikasi yang menciptakan tumbuhnya hubungan saling percaya (trust).
Menghadirkan Diri
Menurut Haber J (1982) terdapat sebuah sikap atau cara menghadirkan diri secara fisik, yaitu :

1. Berhadapan
Berhadapan artinya menghadap klien, dengan jujur dan terbuka yaitu sikap tubuh dan wajar menghadap ke klien.

2. Mempertahankan kontak mata
Kontak mata menunjukkan bahwa perawat mendengar dan memperhatikan klien. Kontak mata pada level yang sama atau sejajar berarti menghargai klien dan mengatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi.

3. Membungkuk ke arah pasien.
Posisi ini menunjukkan bahwa perawat merespons dan perhatian terhadap klien, dan menunjukkan keinginan untuk membantu klien.

4. Mempertahankan sikap terbuka.

5. Tetap rileks.

Tahapan komunikasi therapeutik

1. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan ini perawat menggali perasaan dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Pada tahap ini juga perawat mencari informasi tentang klien.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
  • Mengeksplorasi perasaan, harapan dan kecemaasn, sebelum berinteaksi dengan klien, perawat perlu mengkaji perasaannya sendiri.
  • Menganalisa kekuatan dan kelemahan diri.
  • Mengumpulkan data tentang klien.
  • Merencanakan pertemuan pertama dengan klien.
2. Tahap Perkenalan

Perkenalan merupakan kegiatan yang dilakukan perawat saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien.
Tugas perawat pada tahap ini adalah :
  • Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan, dan komunikasi terbuka.
  • Merumuskan kontrak bersama klien.
  • Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien.
  • Merumuskan tujuan dengan klien.
3. Tahap Kerja

Pada tahap ini perawat dan klien bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.

Pada tahap ini dituntut kemampuan perawat dalam mendorong klien mengungkapkan perasaan dan pikirannya, dituntut untuk mempunyai kepekaan dan tingkat analisis yang tinggi terhadap adanya perubahan dalam respon verbal maupun non verbal klien.
Dalam tahap kerja perawat perlu melakukan Active Listening karena tugas perawat pada tahap kerja ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien, perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya dengan klien.

4. Tahap Terminasi

Terminasi merupakan akhir dari pertemuan perawat-klien. Tahap terminasi dibagi dua yaitu terminasi sementara dan terminasi akhir.

Terminasi sementara adalah akhir dari tiap pertemuan perawat-klien.

Terminasi akhir terjadi jika perawat telah menyelesaikan proses keperawatan secara keseluruhan.

Tugas perawat pada tahap ini adalah :
  • Mengevaluasi encapaian tujuan dari interaksi yang telah dilakukan. Evaluasi ini disebut evaluasi objektif.
  • Melakukan evaluasi subyektif. Evaluasi subjektive dilakukan dengan menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat.
  • Menyepakati tindak lanjut terhadap interaksi interaksi yang telah dilakukan.
  • Membuat kontak untuk pertemuan berikutnya.

Strategi menanggapi respon klien

1. Bertanya
Bertanya merupakan teknik yang dapat mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya.

2. Mendengarkan
Mendengarkan merupakan dasar utama dalam komunikasi therapeutik.

3. Mengulang
Mengulang yaitu kembali pikiran utama yang telah diekspresikan oleh klien.

4. Klasifikasi
Klasifikasi adalah meyakinkan kembali ide-ide pikiran klien yang tidak jelas atau meminta klien untuk menjelaskan arti dari ungkapannya.

5. Refleksi
Refleksi adalah mengarahkan kembali ide, perasaan, pertanyaan, dan isi pembicaraan kembali klien.

6. Memfokuskan.
7. Diam
8. Memberi informasi
9. Menyimpulkan
10. Mengubah cara pandang
11. Eksporasi
12. Membagi persepsi
13. Mengidentifikasi tema
14. Humor
15. Memberi pujian
Posted By Belajar Askep
Jangan Asal CoPas!!! baca aturannya Disini
Thank You So Much!
Kalau sudah membaca silahkan isi Buku Tamu
Terima kasih telah membaca artikel: Komunikasi Therapeutik Silahkan baca artikel Blog ©Belajar Askep Lainya Dibawah ini:
Advertisement below...!

Comments : Ada 0 komentar untuk Komunikasi Therapeutik

Post a Comment

 
© Copyright 2011 : Belajar Askep
All Rights Reserved | About | Privacy | Contact | T O S | Sitemap | Stylished by Ahmad Soleh Powered By Blogger
^_^ Submit | Template dari : Free Blogger Templates | Member Area | Report | Report | Log In | Log Out
Ping your blog, website, or RSS feed for Free | |